Suatu hal yang menyenangkan bagi antum yang memiliki rutinitas cukup padat tatkala tanggal merah menghampiri antum. Melalui tanggal merah tersebut, antum dapat beristirahat sejenak dari berputarnya roda aktivitas harian. Berbagai agenda pastinya disusun secara rapi untuk tidak melewatkan momen tersebut. Namun tahukah antum seberapa bahayanya waktu senggang tersebut?
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa terdapat dua hal kenikmatan yang dapat melalaikan;
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari, dari Ibnu Abbas)
Melalui hadits tersebut sudah sangat jelas bahwa waktu senggang merupakan suatu nikmat, namun akan menjadi fitnah duniawi juga manakala tidak dimanfaatkan dengan bijak. Jika kita berkaca pada diri sendiri, apakah sudah termanfaatkan dengan baik waktu senggang yang kita miliki? Atau justru kita menghabiskan wakty tersebut untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya? Baik untuk kehidupan di dunia, terlebih kehidupan di akhirat kelak.
Nabi Muhammad ﷺ telah mengingatkan kepada umatnya bahwa tingkat kebaikan ke-Islaman seseorang dapar dapat dilihat dari caranya memperlakukan dirinya pada waktu luang.
“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah (dia) meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
Maka sudah sepatutnya kita dapat memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, mengamalkan sunnah Rasulullah ﷺ dengan mengharap penuh Ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Jika kita terlena dan mendzolimi nikmat yang telah diberikan, maka bukan tidak mungkin Allah ‘Azza wa Jalla justru akan menguji kita dengan berbagai hal yang membahayakan diri kita sendiri. Bentuknya, justru kita menggunakan nikmat untuk bermaksiat, melakukan hal-hal yang Allah ‘Azza wa Jalla haramkan.
Bismillah, mulai saat ini mari kita pergunakan dan manfaatkan waktu senggang yang kita miliki untuk kebaikan dan mengejar kenikmatan sesungguhnya di ukhrowi kelak. Kita amalkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ, Untuk meningkatkan mahabbatullah kita. Sebab kita perlu sadar bahwa kenikmatan dunia hanya sebatas tipuan dan ujian semata.
Wallahu A’lam.
TINGGALKAN TASYABBUH DAN KEMBALI KE SUNNAH
Bahasan Aqidah menjadi pondasi bagi Muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan sehingga dapat beramal sesuai dengan syariat Islam yang sebenarnya. Saat ini Muslim banyak yang enggan menyentuh bab aqidah, khususnya bagi Muslimin Indonesia, sebab itu pasti akan bersinggungan bahkan bertolak belakang dengan konsep “toleransi” yang telah mendarah daging di kalangan masyarakat negeri ini. Terlepas dari itu semua, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk memurnikan aqidah dari segala kesyirikan dan amal lahiriyah lain yang dapat memicu gesernya aqidah Muslim.
“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (Q.S. Az-Zumar : 2-3)
Segala amal yang dapat memicu gesernya aqidah Muslim dapat dari berbagai hal, salah satu hal dasar adalah dengan mulai meniru kebiasaan lahiriyah kalangan non-Muslim. Meniru kebiasaan kalangan non-Muslim ini dalam Islam disebut dengan “Tasyabbuh”. Islam dengan tegas melalui Hadits Rasulullah ﷺ melarang umat Muslim melakukan tasyabbuh.
مَنْتَشَبَّهَبِقَوْمٍفَهُوَمِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031)
Mirisnya, masih banyak kaum Muslimin yang terjerumus dan turut menikmati momen-momen perayaan diluar dua hari raya yang dimiliki Umat Islam (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha). Padahal sudah jelas, bahwa perayaan selain keduanya tersebut merupakan suatu hal yang tidak dibenarkan dalam Islam, bahkan memiliki status larangan untuk dilakukan. Sebab pasti memiliki banyak kemudharatan, diantaranya:
Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ
Sangat memungkinkan adanya ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita, misalnya perayaan pergantian tahun masehi. Ikhtilath sangat riskan menjurus pada perbuatan zina, naudzubillahi min dzaalika…
Pemborosan harta kaum Muslimin, mengingat perayaan tersebut menuntut pengikut dan yang merayakan untuk membeli hal-hal yang mubadzir hanya untuk kesenangan duniawi sesaat. Seperti dalam perayaan pergantian tahun masehi, dipastikan akan dilakukan ritual peniupan terompet, penyalaan kembang api, bagi-bagi kado, dsb).
Maka sudah saatnya kita kembali beramal sesuai dengan Kitaabul Huda, Al Qur’anul Kariim serta Sunnah Rasulullah ﷺ.
Dengan alasan tersebut, maka syakira wisata berusaha menghadirkan catatan dan pengalaman kami mengenai 6 Maskapai yang Menyediakan Rute Penerbangan umroh Landing Madinah, khususnya untuk maskapai yang tidak mempergunakan codeshare. 6 Maskapai yang sebagian besar di dominasi oleh maskapai flag carrier tersebut antara lain :
Garuda Indonesia
Sebagai Maskapai plat merah, Garuda Indonesia menduduki peringkat pertama posisi favorit dalam melayani penerbangan umroh rute Jakarta Madinah. Meskipun kehadirannya terbilang masih sangat muda dalam rute Jakarta Madinah, namun maskapai ini menonjolkan sisi penerbangan langsung tanpa transit menuju Bandara Madinah
Tingginya Harga tiket Garuda mengakibatkan Harga Paket umroh Garuda Indonesiayang terpaut cukup banyak dari maskapai penerbangan lain. Namun ternyata hal ini tidak memberikan dampak penurunan yang signifikan atas permintaan penerbangan umroh dengan maskapai kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia.
Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Madinah tiga kali dalam seminggu yaitu setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Selain Jakarta, Penerbangan Surabaya – Madinah dilayani setiap hari Selasa.
Penerbangan umroh berangkat dari Jakarta pada pukul 14.30 WIB dan mendarat di Madinah pukul 20.35 Waktu setempat. Sedangkan penerbangan dari Madinah menuji Jakarta berangkat dari Madinah pukul 22.45 dan mendarat di Jakarta pukul 12.35 WIB hari berikutnya.
Penerbangan dari Surabaya ke Madinah (GA-974) terjadwal berangkat dari Surabaya 06.45 WIB dan estimasi waktu mendarat di Madinah pukul 16.35 waktu Saudi. Sementara penerbangan pulang dari Madinah ke Surabaya (GA-975) terjadwal berangkat dari Madinah pukul 18.35 dan bakal tiba di Surabaya 10.55 WIB di hari berikutnya. Penerbangan Surabaya – Madinah akan transit di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh guna pengisian bahan bakar.
Garuda Indonesia sendiri menyiapkan pesawat berbadan lebar dalam melayani rute Madinah yakni B777-300ER dan Airbus 330-300 dengan kapasitas 360 jamaah dengan konfigurasi All Economy class.
Saudi Arabian Airlines
Masih terbukanya pangsa pasar penerbangan umroh ternyata juga menarik perhatian dari Maskapai terbesar milik Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Tak tanggung – tanggung, selain membuka rute Jakarta – Madinah, maskapai ini juga menyasar rute Surabaya Madinah. Kedua rute penerbangan ini merupakan rute penerbangan tanpa transit langsung landing Madinah.
Untuk Rute Jakarta Madinah maskapai ini menerbangan penumpang yang mayoritas jamaah umroh dan para pebisnis 2 kali sehari. Sementara untuk jadwal penerbangan Surabaya – Madinah, berlangsung pada hari Selasa dan Kamis menggunakan armada Boeing 747.
Etihad Airways
Harga tiket yang kompetitif, waktu transit yang tidak lama, dan fasilitas di dalam penerbangan umroh full service nampaknya pantas disematkan pada maskapai asal Uni Emirate Arab ini. Maskapai ini terbang dari Jakarta menuju Abu Dhabi dua kali dalam sehari.
Namun untuk penerbangan umroh landing madinah kami sarankan mengambil penerbangan EY 475 tujuan Jakarta – Abu Dhabi dan EY 345 Abu Dhabi – Madinah. Penerbangan ini hanya memiliki waktu transit sekitar 1 hingga 2 jam. Pilihan transit ini perlu dipertimbangkan guna mendapatkan Paket Umroh Landing Madinah dengan harga yang cukup ekonomis.
Soal makanan dan hiburan dalam pesawat anda tak perlu khawatir. Maskapai dengan armada yang terbilang baru ini menawarkan menu masakan dan beberapa film dan music sebagai hiburan yang sudah disesuaikan dengan selera jamaah umroh Indonesia. Tersedia pula bacaan Al Qur’an serta doa haji dan umroh
Emirates
Emirates tercipta sebagai “kakak kandung” dari Etihad, sama – sama berasal dari Uni Emirates Arab. Bedanya Emirates bermaskas di Dubai, ibu kota Negara. Maskapai ini selain menjadi favorit para jamaah umroh, juga menjadi pilihan utama bagi para pebisnis lintas Negara. Bagi para traveler, maskapai ini mendapat julukan sebagai maskapai internasional “sejuta umat”
Penerbangan umroh landing madinah via Dubai dengan EK 357 dengan transit di Bandara Dubai selama 1,5 hingga 2 jam. Apabila beruntung, anda akan mendapatkan armada Airbus A380. Sebagai armada pesawat dengan dua lantai, terbesar di dunia saat ini. Penerbangan dengan Emirates menjadi salah satu komponen paket umroh plus Dubai
Oman Airways
Setelah penerbangan umroh Qatar Airways ditutup akibat ketegangan diplomatik, maka salah satu alternatif penerbangan dengan harga paket umroh yang relative terjangkau adalah dengan maskapai Oman Airways. Kesultanan Oman sendiri adalah Negara penghasil minyak yang kaya raya. Hal ini sedikit banyak berimbas pada armada pesawat yang dipergunakan.
Dalam penerbangan umroh ini Oman Airways menggunakan pesawat Boeing 787 – 900 Dreamliner. Produksi terbaru dari Boeing yang di klaim akan menjadi pesawat tercanggih masa depan. Soal kenyamanan armada ini tak perlu diragukan Pesawat dengan nomor penerbangan WY 850 ini akan berangkat dari Jakarta pada jam 14:55. Penerbangan umroh menuju madinah akan transit di bandara Muscat hanya selama 1,5 jam. Atau Anda dapat transit lebih lama, jika sengaja mengambil paket umroh plus Oman.
Fasilitas di pesawat Oman tergolong full service, antara lain jarak antar kursi penumpang lebih luas, yang memberikan keleluasaan lebih untuk penumpang jarak jauh. Ukuran jendela pun lebih besar, dengan system kendali jendela elektronis, layanan makanan dua kali, serta pemberitahuan di pesawat (announcement) dengan bahasa Indonesia.
Sebenarnya masih tidak sedikit beberapa kelebihan yang belum di sebutkan, namun susunan diatas hanya sejumlah keunggulan kunci dari Boeing 787 dalam penerbangan umroh landing madinah.
Turkish
Maskapai penerbangan milik negeri Turkey ini sangat pas jika jamaah umroh di dalamnya adalah jamaah umroh plus Turkey. Salah satu keuntungan naik Turkish Airlines dalam penerbangan umroh menuju Madinah adalah para calon jamaah akan transit di Istanbul.
Dalam catatan sejarah kota ini dahulu bernama Konstantinopel, saat ini kota eropa muslim ini menjadi tujuan wisatawan dari seluruh dunia. Terletak di perbatasan antara Benua Eropa dan Benua Asia, Istanbul menyuguhkan cultural heritage baik.
Penerbangan umroh dengan Turkish Airways menuju madinah dengan nomor penerbangan TK57 pada jam 20:45. Dengan waktu transit di Bandara Ataturk Istanbul Turkey antara 7 hingga 20 jam. Waktu transit yang cukup lama ini dapat dimanfaatkan oleh calon jamaah umroh dengan kegiatan City tour di kota Istanbul Turkey maupun menginap Gratis persembahan dari Turkish Airways.
Pergi ke tanah suci Mekah untuk melakukan ibadah haji tentu menjadi keinginan setiap muslim yang taat. Bahkan tidak sedikit mereka yang sudah pernah menunaikan ibadah haji merasa ingin terus menerus berada di sana dan tidak meninggalkan kota suci tersebut. Suasana yang penuh dengan ibadah dan waktu yang tidak terlalui tanpa doa dan zikir menjadi suatu nilai dan momen religi yang tidak tergantikan. Momen itulah yang kerap menimbulkan kerinduan bagi jemaah haji untuk kembali mendatangi Baitullah.
Perlengkapan Haji
Namun kini menunaikan kewajiban beribadah haji bagi umat muslim yang mampu dirasa semakin susah. Pasalnya tidak lain adalah karena waktu tunggu keberangkatan yang dirasa terlalu lama–bahkan hingga belasan tahun. Waktu tunggu yang lama inilah yang menimbulkan berbagai kekhawatiran bagi umat muslim yang sudah berusia cukup lanjut dan ingin menunaikan ibadah haji.
Dua Jenis Penyelenggaraan Haji
Perlu diketahui, ada dua cara penyelenggaraan haji di Indonesia, yakni haji reguler dan haji khusus alias haji plus. Haji reguler adalah haji yang diselenggarakan oleh pemerintah, sementara haji plus adalah haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta.
Haji reguler inilah yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat sebab antrean keberangkatannya yang sampai bertahun-tahun. Hal tersebut tidak lain adalah karena jumlah peminatnya yang sangat besar sementara kuota yang diberikan terbatas. Adapun yang menjadi alasan utama besarnya jumlah peminat adalah karena biaya haji reguler lebih kecil dibandingkan haji plus–selain waktu berada di tanah suci lebih lama yakni sekitar 30-40 hari.
Munculnya Haji Plus
Bagi sebagian pihak, pelayanan haji reguler dirasa kurang memuaskan. Beberapa biro penyelenggara ibadah haji kemudian menyediakan layanan haji plus. Sesuai namanya, haji plus memiliki beberapa keunggulan dibandingkan haji reguler, mulai dari manasik haji, transit, sampai pelayanan akomodasi. Tentu saja, biaya untuk haji plus juga lebih mahal dibandingkan haji reguler.
Haji plus memiliki beberapa keunggulan dibandingkan haji reguler, tentu saja biayanya juga lebih mahal
Haji Plus
Fasilitas Haji Plus
Beberapa fasilitas haji plus yang disediakan antara lain mencakup hal-hal berikut ini:
Daftar keberangkatan haji yang lebih cepat.
Kebutuhan makanan jemaah haji plus menjadi tanggungan pihak penyelenggara (biasanya masuk dalam rincian hotel). Sementara pada haji reguler, selain enam hari di Madinah dan empat hari di ARMINA, konsumsi menjadi tanggungan masing-masing jemaah.
Lokasi penginapan berada di ring 1 yang hanya berjarak sekitar 10 sampai 250 meter di wilayah Masjidil Haram, sehingga kegiatan beribadah dapat lebih maksimal.
Bimbingan yang lebih intensif.
Cara Mendaftar Haji Plus
Sama seperti pendaftaran haji reguler, calon jemaah haji plus harus memiliki tabungan dan melakukan setoran terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Calon jemaah harus membayar sebesar 4000 USD sebagai setoran awal BPIH ke Kemenag dan Rp1.100.000,00 sebagai uang muka ke biro penyelenggara haji plus.
Total biaya yang harus dibayarkan adalah 8000 USD sampai 1200 USD (tentu berbanding lurus dengan fasilitas yang didapat). Maksimal pelunasan biaya tersebut adalah empat bulan setelah calon jemaah mendapat kepastian nomor porsi dan waktu keberangkatan.
Untuk menghindari kasus penipuan yang marak terjadi, calon jemaah sebaiknya membuka sendiri rekening haji dan baru menyerahkan berkas dan syarat hajinya kepada biro penyelenggara setelah melakukan pelunasan. Jangan mudah percaya dengan iming-iming berangkat cepat–pastikan bahwa nomor porsi sudah didapat dan waktu keberangkatan sudah jelas.
Haji ke Baitullah
Haji plus sebenarnya lebih cocok bagi calon jemaah yang ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa waktu tunggu yang lama. Tentu saja ia juga harus memenuhi syarat mampu (dalam hal ini khususnya secara finansial). Jangan sampai calon jemaah justru menimbulkan banyak hutang dan mengabaikan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur.
KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH
Oleh: Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan Surga.”[2]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dia berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasiqan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.’”[3]
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).” [4]
Haji Beserta Umrah Adalah Kewajiban Yang Dilakukan Sekali Dalam Seumur Hidup, Bagi Setiap Muslim, Baligh, Berakal, Merdeka Serta Mampu
“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) men-jadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali ‘Imran: 96-97]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah di tengah-tengah kami, beliau bersabda:
“Telah diwajibkan atas kalian ibadah haji, maka tunaikanlah (ibadah haji tersebut).” Lalu ada seorang berkata, “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Lalu beliau diam sampai orang tersebut mengatakannya tiga kali, kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Andaikata aku menjawab ya, niscaya akan menjadi suatu kewajiban dan niscaya kalian tidak akan mampu (melaksanakannya).” Kemudian beliau bersabda, “Biarkanlah aku sebagaimana aku membiarkan kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah banyak bertanya dan banyak berselisih dengan Nabi mereka. Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka laksanakanlah semampu kalian. Dan apabila aku melarang sesuatu, maka tinggalkanlah.” [5]
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa Ramadhan.’” [6]
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Ini adalah ibadah umrah yang kita bersenang-senang dengannya. Barangsiapa yang tidak memiliki hadyu (binatang kurban), maka hendaknya ia bertahallul secara keseluruhan, karena ibadah umrah telah masuk kepada ibadah haji sampai hari Kiamat.” [7]
Dari Shabi bin Ma’bad, ia berkata, “Aku pergi menemui ‘Umar, lalu aku berkata kepadanya:
"Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku telah masuk Islam, dan aku yakin bahwa diriku telah wajib menunaikan ibadah haji dan umrah, lalu aku mulai mengerjakan kedua ibadah tersebut.’ Lalu beliau berkata, ‘Engkau telah mendapat-kan petunjuk untuk melaksanakan Sunnah Nabimu.’” [8]
[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA - Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 - September 2007M] _______ Footnote [1]. Muttafaq 'alaih: Shahiih al-Bukhari (III/597, no. 1773), Shahiih Muslim (II/987, no. 1349), Sunan at-Tirmidzi (II/206, no. 937), Sunan Ibni Majah (II/964, no. 2888), Sunan an-Nasa-i (V/115). [2]. Shahih: [Shahiihul Jaami’ (no. 2901)], Sunan at-Tirmidzi (II/153, no. 807), Sunan an-Nasa-i (V/115) [3]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (III/382, no. 1521), Shahiih Muslim (II/983, no. 1350), Sunan Ibni Majah (II/964, no. 2889), Sunan an-Nasa-i (V/114), Sunan at-Titmidzi (II/153, no. 809), kecuali pada (bagian akhirnya) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
“Maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [4]. Hasan: [Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (no. 2339)], Sunan Ibni Majah (II/966, no. 2893). [5]. Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 639)], Shahiih Muslim (II/970, no. 1337), Sunan an-Nasa-i (5/110) [6]. Takhrijnya telah berlalu pada Kitab Thaharah. [7]. Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil 982], Shahiih Muslim (II/911, no. 1241). [8]. Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil 983], Sunan an-Nasa-i (V/142), Sunan Abi Dawud (V/230, no. 1722), Sunan Ibni Majah (II/989, no. 2970)
Sumber Article: http://almanhaj.or.id/content/1538/slash/0/keutamaan-haji-dan-umrah/
.
PERSIAPAN Panduan Manasik
MIQOT
Miqat adalah ketentuan waktu dan tempat yang telah ditetapkan Allah dan Rasulnya untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.
Sebelum Tiba di Miqot
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan sebelum tiba di Miqot :
Jika perjalanan dari Jakarta langsung ke jeddah, maka Miqot di Yalamlam.
Jika perjalanan dari Jakarta langsung ke Madinah, maka Miqot di Dzulhulaifah (Bi’r ‘Ali).
Setelah tiba di Miqot :
a. Berwudhu (bagi yang batal)
b. Sholat Sunnah 2 Roka’at (bukan bagian dari rangkaian umroh).
c. Niat Umroh
d. Membaca :
Ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh.”
“Ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh. Ya Alloh, inilah ibadah umroh yang tiada riya’ (pamer) padanya dan tiada pula sum’ah (ingin didengar orang)”.
e. Memperbanyak Talbiyah
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji kenikmatan dan kerajaan adalah hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”.
(Shohih Hadits Riwayat Al Bukhori no. 1549, dan Muslim no. 1184 [20-21] dari Abdulloh bin ‘Umar)
f. Mengangkat Suara Ketika Bertalbiyah
“Jibril datang kepadaku lalu berkata : ‘Wahai Muhammad! Perintahkan para sahabatmu agar mengeraskan suara mereka ketika bertalbiyah, karena talbiyah termasuk dari syi’ar ibadah haji”.
(Shohih Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 2923, Ibnu Hibban no. 974-Mawaariduz zham’aan, Al Hakim I/450, dan Ahmad V/192. Dishohihkan oleh Al Hakim dan Syeikh Al Bani dalam Silsilah Al Ahaadits as-shohiihah no.830).
IHRAM
Sebelum Berihrom :
a. Mandi (Sebagaimana mandi junub)
b. Memotong kuku
c. Mencabut bulu ketiak
d. Mencukur bulu kemaluan
e. Bagi laki-laki merapikan kumis dan membiarkan jenggot
f. Memakai wewangian
Larangan-Larangan Ihrom
Melakukan hubungan intim (jima’) antara suami dan istri.
Bercumbu, mencium, dan memandang dengan syahwat.
Mencukur rambut kepala. Adapaun jika karena sakit atau gangguan di kepala, lalu bercukur, maka harus membayar fidyah,atau memberi makan kepada 6 orang fakir/miskin, atau berpuasa selama 3 hari, atau menyembelih seekor kambing/domba.
Memotong kuku.
Menikah (melakukan akad nikah), menikahkan orang lain, atau meminang seorang wanita
Membunuh binatang buruan.
Memakai minyak wangi, di badan maupun pakaian.
Mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh seperti : kemeja,celana, atau gamis.
Menutup kepala dengan sesuatu yang langsung menempel padanya,seperti : peci atau sorban.
Khusus bagi wanita, dilarang memakai niqoob (sejenis penutup muka) dan sarung tangan. Tetapi sekedar menempelkan sehelai kain pada wajah untuk menutup muka dari pandangan kaum laki-laki yang bukan mahromnya, hal tersebut dibolehkan.
Mendekati perbuatan maksiat, permusuhan dan berbantah-bantahan dalam kebatilan.
Makan daging binatang buruan yang dia memiliki andil dalam perburuan tersebut.
THAWAF
Sebelum Thowaf :
Tetap membaca talbiyah hingga masuk Masjid Al Harom
Masuk Masjid Al Harom dengan mendahulukan kaki kanan dan berdo’a :
“Dengan nama Alloh, semoga sholawat dan salam tercurahkan kepada Rosululloh. Ya Alloh, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku”.
(Hasan Hadits Riwayat Ibnu Majah no.773, dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 86 dari Abu Hurairoh. Diriwayatkan juga oleh Abu Dawudno. 465 dan Ibnu Majah no. 772, dan lainnya dari Abu Humaid as-Sa’idiy)
Berdo’a Ketika Melihat Ka’bah
Ketika anda melihat Ka’bah yang mulia, angkatlah kedua tangan anda (seperti ketika berdo’a) sambil mengucapkan do’a berikut ini, sebagaimana yang dilakukan ‘Umar bin al Khoththob :
“Ya Alloh, Engkau adalah Mahasejahtera, dari Engkau pula kesejahteraan, maka hidupkanlah kami wahai Robb kami dalam kesejahteraan”.
(Hasan Hadits Riwayat Al Baihaqi V/73 sanadnya hasan, dihasankan oleh Syeikh Al Bani).
Tidak Mengerjakan Sholat Sunnah Tahiyyatul Masjid Ketika Pertama Kali Masuk Masjid Al Harom
b. Ketika Thowaf
Sebelum thowaf
Putaran Pertama
Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya (Shohih HR.Muslim no. 1268 [246]). Hal ini dilakukan pada setiap putaran jika memungkinkan, sambil membaca :
Atau,
Jika tidak mungkin menciumnya maka :
cukup mengusapnya dengan tangan kanan lalu mencium tangan tersebut sambil membaca dzikir tersebut di atas
Jika tetap tidak mungkin mengusapnya dengan tangan,maka cukup memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan sambil mengucapkan do’a di
Thowaf mengelilingi Ka’bah dan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri sisi badan kita.Laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada tiga putaran pertama.
Mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa membaca do’a/dzikir tertentu pada setiap putaran apabila hal itu memungkinkan.
Ketika berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad pada setiap putarannya dianjurkan membaca :
“Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab Neraka”.
(Hasan Hadits Riwayat Abu Dawud no. 1892, dan lainnya)
Jika memungkinkan maka lakukanlah Iltizam.
Tidak ada bacaan, wirid, atau dzikir tertentu ketika thowaf, akan tetapi anda dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir mengingat Alloh.
Bacaan yang mudah yaitu membaca :
Atau membaca :
Atau membaca:
Putaran Kedua dan Ketiga
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.
Putaran Keempat sampai Ketujuh
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.
Catatan tambahan yang perlu diketahui
pada saat sedang thowaf :
Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.
Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.
Putaran Kedua dan Ketiga
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.
Putaran Keempat sampai Ketujuh
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.
Catatan tambahan yang perlu diketahui
pada saat sedang thowaf :
Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.
Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.
Putaran Kedua dan Ketiga
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.
Putaran Keempat sampai Ketujuh
Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.
Catatan tambahan yang perlu diketahui
Pada saat sedang thowaf :
Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.
Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.
c. Setelah Thowaf
Tutuplah kedua pundak anda Lalu menuju Maqom Ibrohim sambil membaca :
Kerjakanlah Sholat Sunnah Ba’da Thowaf Dua Roka’at di Belakang Maqom Ibrohim Jika Memungkinkan
Namun jika tempat tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang sholat, maka sholatlah di mana saja anda mendapat tempat di Masjid Al Harom.
Bacaan Dalam Sholat Tersebut :
Roka’at pertama membaca Al Fatihah :
Dengan menyebut nama Alloh yang maha pemurah lagi maha penyayang. Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Maha pemurah lagi maha penyayang. Penguasa hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) merekayang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. ( QS. Al Fatihah : 1- 7)
Lalu membaca Surat Al Kafirun pada roka’at pertama :
Katakanlah (Muhammad) : Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mau menyembah (Alloh) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadah seperti kamu beribadah. Dan kmu pula tidak mau beribadah seperti aku beribadah. Untukmu agamamu, dan bagiki agamku. (QS. Al Kafirun : 1 – 6)
Pada roka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, dilanjutkan membaca Surat Al Ikhlas :
Katakanlah (Muhammad) : Dialah Alloh yang Mahaesa. Alloh tempat meminta segala sesuatu. (Alloh) tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara denga-Nya. (QS. Al Ikhlas : 1 – 4)
Setelah Sholat Dua Roka’at, Dianjurkan Minum Air Zamzam
Karena ia memiliki banyak keutamaan. Diantaranya Nabi bersabda :
“Air Zamzam (tergantung) dari niat orang yang meminumnya”.
(Shohih Hadits Riwayat Ahmad III/357,372, dan Ibnu Majah no.3062)
Dianjurkan untuk menuangkannya di atas kepala sambil berdo’a Abdulloh bin Abbas, ketika beliu meminumnya, yaitu :
“Ya Alloh, sesungguhnya aku mohon kepada Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas, dan penawar (obat) bagi semua penyakit”.
(Hadits Riwayat Ad Daroquthni no. 2701, dan Al Hakim I/473)
Setelah Minum Air Zamzam dan Sebelum Melaksanakan Sa’i Umroh, dianjurkan Kembali ke Hajar Aswad untuk Mengusap dan Menciumnya
Jika tidak mampu mendekat, maka cukup memberi isyarat kepadanya dari jauh dengan tangan dengan membaca “Allohu Akbar ” atau “Bismillahi Alluhu Akbar”.
SA’I
A. Sebelum Sa’i
Berjalan menuju Shofa untuk melaksanakan Sa’i diantara Shofa dan Marwah. Ketika telah dekat dengan bukit Shofa, bacalah ayat ini :
“Sesungguhnya Shofa dan Marwah merupakan sebagian dari syi’ar (agama) Alloh”. (QS. Al Baqoroh : 158).
Atau membaca :
“Sesungguhnya Shofa dan Marwah merupakan sebagian dari syi’ar (agama) Alloh. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitulloh atau berumroh, tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa’I antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Alloh Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqoroh : 158).
Lalu bacalah :
“Aku memulai dengan apa yang dimulai Alloh’.
(Shoih Hadits Riwayat Muslim no. 1218[147])
B. Ketika Sa’i
Putaran Pertama
(Dari Shofa ke Marwah)
Naiklah hingga berada di bukit Shofa, lalu menghadap ke arah Ka’bah (melihat Ka’bah jika memungkinkan) dan baca dzikir poin 1, 2, dan 3 di bawah ini :
(Lihat Kitab Manaasikul Hajj wal ‘Umroh n0. 3 karya Syeikh Al Bani)
“Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar”.
“Tiada ilah yang hak, kecuali Alloh semata, tiada sekutu bagi-NYA, hanya Dia yang memiliki kekuasaan dan hanya Dia pula yang memiliki pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”.
“Tiada ilah yang hak, kecuali Alloh semata, tiada ekutu bagi-NYA, Dia telah melaksanakan janji-NYA, menolong hamba-NYA, dan Dia satu-satunya yang telah mengalahkan bala tentara persekutun (kaum musyrikin)”.
Berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Diantaranya :
“Ya Alloh, sesungguhnya Engkau telah berfirman ; ‘Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku akan memperkenankanmu dan bahwasannya Engkau tidak akan menyalahi janji dan sesungguhnya aku memohon kepada Mu; sebagaimana Engkau telah menunjuki aku ke dalam Islam, maka janganlah Engkau mencabutnya dari ku sehingga Engkau mewafatkan aku dalam keadaan Muslim”.
(Do’a ini dibaca oleh Ibnu ‘Umar ketika berada di bukit Shofa, Hadits Shohih riwayat Malik dalam Al Muwaththo’ [no.732]/Kitabul Hajji I/300, no. 128)
Ditambah dengan do’a-do’a yang anda hafal yang shohih, atau kalau tidak bisa boleh juga berdo’a dengan bahasa Indonesia.
Ulangi membaca dzikir sama seperti pada bagian a poin 1, 2, dan 3.
Berdo’a sekali lagi
Ulangi lagi dzikir sama seperti pada bagian a poin 1, 2, dan 3.
Anda langsung turun dari Bukit Shofa dan berjalan menuju Marwah. Perbanyaklah dzikir kepada Alloh, atau berdo’a dengan do’a-do’a yang ma’tsur ( yang diriwayatkan oleh Rosululloh dan para sahabatnya), atau membaca sholawat, atau boleh juga membaca Al Qur’an.
Laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh (pada tanda garis hijau).
Dan ketika berlari tersebut dianjurkan membaca do’a yang dibaca oleh Abdulloh bin Mas’ud dan Abdulloh bin ‘Umar:
“Ya Robbku, ampunilah dan rahmatilah (aku), sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Pemurah”.
(Shohih Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah no. 15790. Lihat Kitab Manaasikul Hajj wal ‘Umroh 55/27 karya Syeikh Al Bani)
Putaran Kedua
(Dari Marwah ke Shofa)
Naiklah hingga berada di atas bukit Marwah, lalu menghadap ke arah Ka’bah baca dzikir poin 1, 2, dan 3 di bawah ini :
(Lihat Kitab Manaasikul Hajj wal ‘Umroh no. 3 karya Syeikh Al Bani)
“Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar”.
“Tiada ilah yang hak, keculi Alloh semata, tiada sekutu bagi-NYA, hanya Dia yang memilki kekuasaan dan hanya Dia pula yang memiliki pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”.
“Tiada ilah yang hak, kecuali Alloh semata, tiada ekutu bagi-NYA, Dia telah melaksanakan janji-NYA, menolong hamba-NYA, dan Dia satu-satunya yang telah mengalahkan bala tentara persekutun (kaum musyrikin)”.
Berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
ulangi membaca dzikir sama seperti pada bagian a poin 1, 2, dan 3.
Berdo’a sekali lagi
Ulangi lagi dzikir sama seperti pada bagian a poin 1, 2, dan 3,
Anda langsung turun dari Bukit Marwah dan berjalan menuju Shofa.
Laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh (pada tanda garis hijau).
Dan ketika berlari tersebut dianjurkan membaca do’a yang dibaca oleh Abdulloh bin Mas’ud dan Abdulloh bin ‘Umar :
“Ya Robbku, ampunilah dan rahmatilah (aku), sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Pemurah”.
(Shohih Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah no. 15790. Lihat Kitab Manaasikul Hajj wal ‘Umroh 55/27 karya Syeikh Al Bani)
Putaran Ketiga
(Dari Shofa ke Marwah)
Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran pertama.
Putaran Keempat
(Dari Marwah ke Shofa)
Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran kedua.
Putaran Kelima
(Dari Shofa ke Marwah)
Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran pertama.
Putaran Keenam
(Dari Marwah ke Shofa)
Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran kedua.
Putaran Ketujuh
(Dari Shofa ke Marwah)
Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran pertama. Hanya saja, ketika tiba di Marwah anda langsung keluar dari pintu Marwah tanpa menghadap ke arah Kiblat ataupun membaca dzikir dan do’a. Dengan demikian berakhirlah sa’i anda.
Setelah selesai sa’i dan keluar dari pintu Marwah, maka yang anda lakukan setelahnya adalah bertahallul (mencukur rambut).
C. Setelah Sa’i
Ketika tiba di Marwah anda langsung keluar dari pintu Marwah tanpa menghadap ke arah Kiblat ataupun membaca dzikir dan do’a. Dengan demikian berakhirlah sa’i anda.
Setelah selesai sa’i dan keluar dari pintu Marwah, maka yang anda lakukan setelahnya adalah bertahallul (mencukur rambut).
TAHALUL
a. Bagi Laki-Laki, lebih Afdhol Mencukur Gundul Rambut Kepalanya
Rosululloh bersabda :
“Ya Alloh, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya! Mereka (para sahabat) berkata : Dan orang-orang yang memendekan rambutnya, wahai Rosululloh? Nabi berdo’a lagi : Ya Alloh, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya! Mereka kembali berkata : Dan orang-orang yang memendekan rambutnya, wahai Rosululloh? Maka Nabi menjawab : Dan orang-orang yang memendekan rambutnya”.
(Diriwayatkan oleh Al Bukhori no. 1727 dan Muslim no. 1301)
b. Bagi Wanita, dengan Mengumpulkan Rambutnya dari Seluruh Bagian Kepala, Lalu Memotongnya Sepanjang Satu Ruas Jari.
(Manasiikul Hajji wal ‘Umroh hal. 68 karya Syeikh Muhammad bin Sholih ‘Utsaimin)
Peringatan!
Bagi laki-laki yang bertahallul dengan hanya mencukur sedikit rambut, tidak seluruhnya, maka perbuatan ini tidak ada dasarnya dari sunnah Rosululloh
Dengan melakukan tahallul ini, berarti selesailah kegiatan ibadah umroh, dan anda dibolehkan kembali mengerjakan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika dalam keadaan berihrom.
KEUTAMAAN UMROH RAMADHAN
Umrah sudah kita ketahui keutamaannya. Sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu, demikian pula umrah. Umrah di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa dari umrah di bulan lainnya yaitu senilai dengan haji bahkan seperti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,
مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا
“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”
Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).
Apa yang dimaksud senilai dengan haji?
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2)
Apakah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji yang wajib?
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan maksud umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan haji berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka ia seperti haji bersamaku”?
Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah di bulan Ramadhan tidaklah bisa menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yang dimaksud adalah sama dalam keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.” [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]
Semoga Allah memudahkan kita untuk terus beramal sholih dan dimudahkan untuk melaksanakan umrah maupun haji ke Baitullah. Wallahu waliyyut taufiq.
merupakan orang yang bertugas mendampingi perjalanan ibadah haji atau umrah seseorang. Dengan kata lain muthawif adalah pemandu haji atau umrah agar perjalanan ibadah di tanah suci dapat berjalan lancar. Munculnya profesi muthawif sebenarnya sudah sangat lama, pekerjaan ini resmi menjadi profesi karena mendapatkan gaji sejak masa pemerintahan dinasti Mamluk. Saat itu sultan Qaitabai sedang melaksanakan ibadah haji dan Hakim Ibrahim bin Dhahirah bertugas mendampingi beliau sebagai muthawif. Peran muthawif sangatlah penting untuk menunjang kelancaran ibadah selama di tanah suci, berikut beberapa peran muthawif:
Peran Muthawif
1. Mengantar jemaah untuk menunjukkan lokasi ibadah
Bagi para jemaah yang baru pertama kali pergi ke tanah suci tentu peran muthawif ini sangat dibutuhkan untuk memandu para jemaah menuju lokasi atau tempat ibadah. Apalagi lokasi ibadah di tanah suci cukup banyak dan lokasinya terpisah satu dengan lainnya, adanya muthawif ini dapat mengurangi risiko terjadinya bingung tempat dan kesasar bagi para jemaah.
2. Memberikan panduan dan bimbingan pelaksanaan ibadah haji atau umrah
Peran utama muthawif lainnya yaitu memberi panduan atau bimbingan kepada jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah. Ibadah haji dan umrah merupakan serangkaian ibadah yang memerlukan ketangguhan fisik dan mental serta merupakaian rangkaian ibadah yang cukup banyak prosesinya, oleh karena itu demi menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah maka diperlukan adanya muthawif.
3. Mengantar jemaah ke tempat perbelanjaan
Muthawif juga memiliki tugas untuk mengantar jemaah menuju daerah pusat perbelanjaan sehingga para jemaah tidak kebingungan saat ingn berbelanja atau mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.
4. Membantu jemaah yang tersesat
Jika terdapat jemaah yang tersesat maka tugas muthawif adalah membantu jemaah tersebut untuk menemukan kembali rombongannya.
5. Membantu penyelesaian masalah jemaah yang terjadi selama di tanah suci
Ketika berada di tanah suci tentu setiap orang mengharapkan kelancaran tanpa ada masalah, seandainya terdapat masalah maka salah satu tugas muthawif adalah membantu menyelesaikan masalah jemaah tersebut
Muthawif Haji Umrah (umrahhaji.org)
6. Menceritakan kisah tentang para nabi dan rasul serta tanah suci
Peran muthawif lainnya yaitu menceritakan kisah-kisah teladan para nabi dan rasul atau tentang tanah suci kepada para jemaah selama perjalanan. Hal ini dilakukan agar jemaah tidak merasa bosan serta dapat mengambil hikmah dari kisah yang diceritakan.
7. Memberikan informasi tentang bahasa dan budaya Arab
Muthawif juga berperan untuk memberikan informasi yang terkait dengan penggunaan bahasa Arab. Muthawif memberikan penjelasan tentang petunjuk, arah atau apapun yang menggunakan bahasa Arab kepada para jemaah. Selain itu muthawif juga bertugas untuk menceritakan tentang budaya Arab sehingga para jemaah dapat mengerti hal-hal penting yang ada di dalam budaya masyarakat Arab sehingga para jemaah dapat terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan norma dan budaya Arab.
8. Mengajarkan hal-hal yang praktis
Muthawif juga berperan untuk mengajarkan hal-hal praktis seperti mengajarkan bahasa Arab praktis yang sering digunakan sehari-hari atau menunjukkan jalur perjalanan yang lebih cepat serta hal-hal yang bersifat praktis lainnya.
Persiapan Haji
9. Mengantar jemaah yang sakit ke rumah sakit.
Jika terdapat jemaah yang mengalami sakit ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah, maka tugas muthawif mengatarkan jemaah tersebut menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.
Demikian beberapa peran muthawif yang sangat bermanfaat bagi kelancaran pelaksanaan ibadah haji dan
.
Mengenal Kota Mekah dan Keutamaannya
Mekkah adalah kota yang di dalamnya terdapat Masjidil Haram dan Ka’bah Musyarafah, dua tempat paling suci bagi seluruh umat Islam di dunia,dan merupakan tempat kelahiran Rasulullah saw.
Secara geografis, kota ini terletak antara 39-40 derajat Garis Bujur Timur dan 21-22 derajat Garis Lintang Utara.Tinggi daratan ini kurang lebih 280 meter dari permukaan laut.
Daerah ini dikelilingi bukit terjal dan gunung batu yang tandus serta jarang sekali turun hujan. Kondisi suhu udara,pada Bulan Juli dan agustus, sangat panas sempai mencapai 50 derajat celcius, dan bulan Desember dan Januari, sangat dingin sampai mencapai 10 derajat celcius.
Nama-nama Makkah dalam Al Qur'an
Nama Makkah banyak disebutkan dalam AlQur’an dengan beberapa istilah yaitu:
1). Makkah (QS AlFath: 24).
2). Bakkah (QS Ali Imran: 96).
3). Ummul Qura (QS Asy Syura:7).
4). AlBalad (QS Al balad:1-2).
5). AlBalad Al Amin (QS AtTin:3).
6). Al Baldah (QS An Naml:91).
7). Haram Amin (QS AlAnkabut: 67).
8). Wâd Ghairu Dzî Jir’ (QS Ibrahim:37).
9). Ma'âd (QS AlQashaah:85).
10) Qaryah (QS Muhammad:13).
Keutamaan Kota Mekah
1.Tanah yang diharamkan Allah Swt. sejak diciptakan langit dan bumi (QS An Naml: 91)
2.Allah Swt. bersumpah dengan negeri tersebut di dalam Al Quran (QS At Tin: 1-3).
3.Nabi Ibrahim as. Mendoakan keberkahan negeri tersebut dan penduduknya dalam Al Quran (QS Ibrahim: 35-37)
4.Negeri yang paling dicintai Allah (Hadits Imam At Tirmidzi)
5.Negeri yang tidak akan dimasuki Dajjal (HR Bukhari)
6.Dilipatgandakan pahala shalaat di masjidil haram (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
7.Orang Kafir diharamkan masuk negeri tersebut (QS At Taubah: 28)
8.Negeri yang dilarang berperang dan menumpahkan darah (QS Al Baqarah: 191)
9.Negeri yang diharamkan melakukan kejahatan (QS Al Hajj: 25)
Masjidil haram
Berdasarkan hadits Rasulullah saw., Masjidil haram Merupakan masjid yang pertama diciptakan di bumi,
Abu Zar r.a., ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw., ’Wahai Rasulullah, Masjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini?’ Rasulullah menjawab, ‘Masjidilharam.’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian Masjid mana?’ Beliau menjawab, ‘Masjid Al Aqsha’. Aku bertanya kembali, ‘Berapakah jarak waktu antara keduanya?’ Beliau menjawab, ‘Empat puluh tahun. Di mana saja datang waktu shalat, maka salatlah, karena di situ juga Masjid’. (HR Muslim)
Kemudian, keutamaan menunaikan shalat di Masjidil Haram, lebih utama daripada Shalat di Masjid lainnya. Rasulullah saw. Bersabda, “Shalat di Masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.” (HR. Muslim)
Masjid ini terus mengalami beberapaali perluasan sejak masa Khulafau Rasyidin sampai sekarang.
Ka’bah
Ka’bahadalah bangunan pertama di atas bumi yang digunakan sebagai tempat menyembah Allah. Allah swt berfirman,
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali-Imran:96).
Allah Swt. Telah memerintahkan Nabi Ibrahim as. dan puteranya, Nabi Ismail as.,untuk membangun kkbah dan menegakan pondasinya. Allah Swt. Berfirman,
Dan(ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullâh) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang rukuk dan yang sujud”. (QS. AlBaqarah:125).
Nama-nama Ka’bah
1.Ka'bah (QS Al Mâidah: 97)
2.Al Bait (QSAli Imrân: 96)
3.Baitullâh (QS Al Baqarah: 125)
4.Al Bait Al Haram (QS: 97)
5.Al-Bait Al 'Atîq (QS AlHajj: 29)
6.Qiblat (QS AlBaqarah: 144)
Dalam perkembangan sejarahnya, Ka’bah mengaami renovasi sebanyak 12 kali, dan kondisi bangunan Ka’bah pada saat ini:
oTinggi : 14M
oPanjang dari Arah Multam : 12,48M
oPanjang dari Arah Hathim : 11,11M
oAntara Rukun Yamani dan Hathim (Hijr) : 12,11M
oAntara Rukun Yamani dan Hajar Aswah : 11,52M
Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerah-merahan, terletak di sudut selatan, sebelah kiri pintu Ka’bah.
Konon, Hajar Aswad awalnya satu batu yang berdiameter ± 30 cm. Akan tetapi karena berbagai peristiwa yang menimpanya sejak zaman Qaramithah dan peristiwa lainnya, batu tersebut terpecah dan tersisa delapan butir batu kecil sebesar kurma dengan ukuran yang berbeda-beda.
Banyak sekali hadits yang menceritakan tentang Hajar Aswad. Rasulullah saw. Bersabda, “Hajar Aswad diturunkan dari Surga dalam keadaan berwarna lebih putih daripada susu. Lalu, dosa-dosa Bani Adam lah yang membuatnya hitam.”(HR Tirmidzi)
Hajar Aswad selalu dimuliakan, baik pada masa Jahiliah, maupun setelah Islam datang. Bahkan Rasulullah saw. Menganjurkan Kaum Muslimin untuk mencium atau mengusapnya.
Umar bin Khatab berkata, “Sesungguhnya saya mengetahui bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak bisa memberikan manfaat dan madharat. Sekiranya tidak tidak pernah melihat Rasulullah saw. Menciummu, niscaya saya pun tidak akan menciummu.” (HR Bukhari)
Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya hajar Aswad memiliki lisan dan dua bibir, yang akan memberi saksi pada hari Kiamat bagi yang mengusapnya.” (HR Ahmad dn Ibnu Huzaimah).
Multazam
Multazam adalah tempat yang menempel di Ka’bah. Batasannya antara hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Lebarnya kira-kira 2 merter. Atau ada juga yang mengatakan antara Rukun Yamani dan pintu Ka’bah.
Ibnu Taimiyah, “Yang paling disukai untuk mendatangi Multazam yaitu antara hajar Aswad dan pintu Ka’bah, kemudian menempelkan dada, wajah, tangan (dari sikut sampai ujung jari) dan berdoa. Ketika melakukan hal tersebut, berdoalah kepada Allah Swt untuk semua kebutuhan... “ (Majmû’ Al Fatawa)
Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah bangunan yang berdampingan dengan Ka’bah dan terletak di sebelah utara Ka’bah, yang dibatasi oleh tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Awalnya, Hijir Ismail hanya berupa pagar batu yang sederhana.
Berdasarkan Hadits Shahih, Hijr Ismail termasuk bagian Ka’bah. Aisyah ra. Berkata, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Kemudian Rasulullah saw. membawa Aisyah ke dalam Hijr Ismail dan berkata, “Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini (Hijr) termasuk sebagian dari Ka’bah.” (HR Abu Daud)
Maqam Ibrahim
Maqam dalam bahasa Arab artinya tempat berdiri. Maqam Ibrahim adalah tempat berdirinya Nabi Ibrahim saat membangun kembali Ka’bah. Tempatnya terletak di sebelah timur Ka’bah dan di dalam bengunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat meninggikan bangunan Ka’bah dari pondasinya. Nabi Ismail as membantu meletakkannya agar Nabi Ibrahim as dapat naik lebih tinggi di atas batu tersebut.
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud" (QS Al baqarah: 125)
Tempat pijakan dua kaki Nabi Ibrahim ra. itu berbekas diatas batu tersebut dan masih tetap ada sampai sekarang.
Awalnya, batu maqam Ibrahim tersebut menempel dengan dinding Ka’bah, pada zaman Umar bin Khatab r.a. dipindahkan ke belakang sehingga orang-orang yang menunaikan shalat di dekatnya, tidak terganggu oleh orang-orang yang sedang menunaikan thawaf.
Sekarang, batu yang terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim tersebut sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubah kecil.
Zam-zam
Zam-zam adalah sumur yang terletak kira-kira 11 meter dari Ka’bah. Sumur tersebut telah menghidupi bangsa Arab selama berbad-abad, sejak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang.
Menurut penelitian beberapa ilmuan dari berbagai negara, air zamzam merupakan air terbaik sedunia saat ini dan jauh lebih baik ketimbang air sungai gangga di India (yaitu air suci bagi orang hindu di India), karena dalam air zamzam banyak mengandung zat bezi, vitamin, dan berbagai kebutuhan untuk menambah daya tahan tubuh.
Rasulullah saw. Bersabda, “Sebaik-baik minuman di muka bumi adalah air zamzam, di dalamnya ada makanan yang mengenyangkan dan ada penyembuh bagi segala penyakit"(HR Tirmidzi)
“Sesunggguhnya tanda yang membedakan antara kita (orang mukmin) dan orang munafik adalah bahwa mereka tidak meminum zam-zam yang banyak.” (HR Ibnu Majah)
Sumur Zamzam dapat memompa air antara 11 sampai 18 liter per-detik. Sedang keistimewaannya adalah: munculnya melalui perantaraan malaikat Jibril, air untuk mencuci hati Nabi Muhammad saw. Sebelum Isra Mi’raj, berada di tempat paling suci di bumi, dan merupakan obat bagi siapa saja yang meminumnya.
Shafa dan marwa
Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah,
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 125)
Bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah (Baitullah). Bukit Shafa dan Marwah ini memiliki peranan sangat penting dalam sejarah Islam, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter itu, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah. Tidak sah haji atau umrah seseorang jika tidak melakukan sa’i antara sofa dan marwah sebanyak tujuh kali.
Shafa merupakan sebuah bukit kecil yang menyambung ke bukit Abi Qubais. Di bukit ini, dulunya terdapat Darul Arqam, Darul Saib bin Abi Saib dan Darul al-Khuld yang sekarang semuanya sudah disatukan menjadi tempat sa’i. sedangkan bukit Marwah bukit yang menyambung dengan bukit Qaiqu’an dan mengarah ke rukun Syami, jaraknya 300 m dari Ka’bah. Marwah merupakan tempat terakhir thawaf.
Dari segi fisik, tidak ada yang istimewa dari kedua bukit itu. Namun, tujuan Allah memerintahkan Ibrahim as agar membawa keluarganya ke Makkah yang kelak di lokasi tersebut rumah Allah (Baitullah) berdiri.
Di tempat ini dahulu, Nabi Ibrahim tinggal bersama istri dan anaknya. Kemudian Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya untuk pergi ke Syam demi menjalankan perintah Allah swt. Kemudian, perbekalan istri Nabi Ibrahim (hajar) habis, air susu pun tida keluar lagi, maka menangislah Ismail karena kelaparan. Kemudian hajar bersaha mencarinya, berjalan di bukit Shafa dan marwa sampai tujuh kali. Kemudian datanglah Jibril dengan menhentakkan kakinya ke tanah sehingga keluarlah air.
Masjid Al Khaif
Masjid Al Khaif terletak di kaki gunung sebelah Selatan Mina, dekat dengan al-jumrah al-sughra (jumrah kecil). Rasulullah saw. pernah menunaikan shalat didalamnya. Yazid ibn al-Aswad, “saya haji bersama Nami SAW, dan saya shalat Subuh bersamanya di masjid al-Khaif.”Bagi jemaah haji yang mabit di Mina, memungkinkan mencontoh rasulullah saw. Untuk menunaikan shoalat di masjid ini.
Masjid al-Khaif mempunyai 4 (empat) menara dan dilengkapi dengan pendingin udara (AC) yang jumlah satuannya mencapai 410 buah, ditambah dengan kipas angin dalam jumlah kurang lebih 1100 buah. Disampingnya disediakan lebih dari 1000 toilet, dan sekitar 3000 buah kran pancuran untuk wudhu.
Mina
Mina artinya tempat berkumpulnya orang-orang. Tempat ini merupakan bagian penting dalam ibadah haji. Letaknya ke arah Timur Masjidil Haram kira-kira 4 km, di sini para jama'ah haji bermalam (mabit) pada malam 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Selain tempat mabit, Mina juga terdapat tiga jamarat (tempat untuk melempar jumrah), yaitu Jumra Ula, Jumra ustha dan jumra Aqabah.
Di tempat inilah kaum Anshar melakukan bai’at I dan II kepada Rasulullah dan di tempat ini pula Allah menurunkan surat An Nasr dan Al Mursalat.
Di tempat ini pun, dilakukannya penyembelihan Hewan Qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Arafah
Arafah adalah sebuah padang pasir yang luas yang pernah dijadikan tempat oleh nabi untuk berwukuf, dan di dalamnya terdapat Jabal Rahmah, tempat ini disebut Arafah karena Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu setelah turun dari surga secara terpisah.
Arafah terletak di sebelah tenggara Masjidil haram sejauh 22 KM melewati jalan masjidil haram. Memiliki luas 10,4 Km2. Arafah satu-satunya tempat pelaksanaan ibadah Haji yang letaknya di luar tanah haram.
Wukuf di Arafah merupakan pokok ibadah haji, sesuai dengan sabda Nabi bahwa 'Haji itu adalah wukuf di Arafah'. Dan, dianjurkan pula banyak berdoa, karena Nabi SAW bersabda bahwa "sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari Arafah" disunnahkan juga memperbanyak membaca al-Qur'an, membaca surat al-Hashr, membaca sholawat dan membaca surat al-Ikhas. Diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib "barang siapa membaca surat al-Ikhlas seribu kali pada hari Arafah maka Allah akan memberikan/mengabulkan apa yang dia minta"
Masjid Namirah
Masjid Namirah terletak sebelah barat Masjidil haram. Pada Haji wada, Nabi singgah dan berkemah di sini dan di tempat ini beliau berkhutbah arafah dan menunaikan shalat.
Sekarang masjid ini menjadi pusat kegiatan wuquf dan khutbah Arafah dikumandangkan di sini.
Masjid ini sekarang sangat luas, berukuran kurang lebih 8000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara, dan bisa memuat 350 ribu orang untuk solat didalamnya.
Wadi Muhassir
Wadi (lembah) Muhassir bagian dari tanah suci dan terletak di antara Muzdalifah dan Mina. Secara bahasa muhassirartinya menahan atau melemahkan, karena disinilah tentara Abraha dari Yaman tertahan pada saat akan mengancurkan ka'bah.
Di tempat ini pula Allah menghancurkan pasukan gajah dan tentaranya seperti yang dikisahkan dalam Surat Al Fîl. Sehingga ketika kita melewati tempat ini dianjurkan menpercepat jalan atau kendaraan sesuai dengan contoh rasulullah saw.
Jabal rahmah
Jabal Rahmah merupakan jabal atau bukit yang mempunyai nilai historis dan bagi jamaah haji merupakan suatu kebanggaan ika bisa naik sampai ke atas jabal Rahmah. Di Atasnya, terdapat tugu besar berwarna putih, dan tugu ini merupakan lambang atau ciri khas bagi Jabal Arafah.
Jabal Rahmah, Dulu, sulit untuk didaki, kemudian dibuat jalan berupa tangga oleh al-Jawad Al-Ashfahani. ketinggian bukit ini kurang lebih 500 m dari permukan laut. Bukit ini bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit.
Muzdalifah
Muzdalifah termasuk tanah haram sekitar 12 Km dari masjidil Haram. Sedangkan batasannya adalah antara Wadi Muhassir dan Ma'zamain (jalan di antara dua gunung).
Dinamakan muzdalifah karena orang-orang mendatanginya pada awal malam atau pertengahan malam, atau karena meninggalkannya dengan serentak.
Mabit di Muzdalifah merupakan bagian dari ritual haji yang utama, karena waktunya bertepatan dengan malam hari raya Idul Adha.
Rasulullah bersabda: "barang siapa menghidupkan malam-malam hari raya, maka Allah swt akan menghidupkan hatinya pada saat semua hati manusia sedang mati" maka sudah selayaknya bagi jamaah haji untuk senantiasa mengisi waktunya dengan dzikir, baca Qur'an berdo'a yang tentunya dengan sikap yang khusyu', tawadlu serta penuh pengharapan akan ampunan dan ridlo dari Allah swt.
Masjid Masy’aril haram
Masjid ini dibangun oleh pemerintah Arab saudi dengan menelan biaya 5 juta Riyal. Panjang masjid dari Timur ke Barat ialah 90 m dan lebarnya 56 m, dengan luas keseluruhan 5040 m/segi, sehingga dapat menampung 12 ribu lebih jamaah, dengan pintu masuk tersebar di sebelah Timur, Utara dan Selatan. Di bagian akhir masjid terdapat dua menara dengan ketinggian sekitar 32 m.
Gua Hira
Gunung ini terletak 6 km sebelah Timur Laut dari Masjidil Haram. Di puncak gunung ini terdapat sebuah gua yang dikenal dengan Gua Hira', yaitu tempat turunnya wahyu pertama pada Nabi Muhammad. Di sinilah beliau Nabi selama kurang lebih 40 hari bertahannus, berdzikir dan bertahmid mengadu pada Tuhan tentang kondisi kaum kafir Mekkah yang sudah rusak. Tinggi Gua ini sekitar 612M dari permukaan Laut atau 281M dari permukaan gunung. Dari tempat pemberhentian bis ke puncak gunung memerlukan waktu 1 jam.
Gua Tsur
Gua Tsur adalah sebuah gua yang terletak sekitar 4 KM sebelah selatan Masjidil haram. Gua Tsur berada di salah satu puncak Jabal Tsur dengan ketinggian 458 M atau 748 M dari permukaan laut.
Struktur dan bentuk gunung ini menyulitkan para peziarah untuk mendaki sampai ke Gua Tsur. Gua ini mempunyai dua pintu masuk yang terletak di bagian depan dan bagian belakangnya. Sepintas kilas, bentuk gua ini menyerupai bentuk kuali.
Sejarah Gua Tsur sangat erat kaitannya dengan sejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Di dalam Gua Tsur inilah Nabi Muhammad SAW. beserta Abu Bakar bersembunyi dan beristirahat selama tiga hari dalam perjalanan hijrah tersebut.
Majid Jin
Dinamakan Masjid Jin kerena di tempat ini ketika Rasulullah saw. Bersama Abdullah bin masud datang sekelompok Jin berbaiat kepada rasulullah dan masuk islam setelah mereka mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat Al Quran yang dibacakan oleh Nabi muhammad.
Masjid ini terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah. Tepatnya, di daerah Hujun sekitar 1,5 KM sebelah Timur masjidil Haram.
Kuburan Ma’la
Perkuburan Ma'la terletak di kawasan Hujun, sekitar 600 meter sebelah utara Masjidil Haram. Pekuburan ini merupakan pekuburan yang tertua yang ada di makkah. Di tempat ini pula Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah dimakamkan, bersama para sahabat, thabiin, dan salafu shalih.
Pekuburan Ma’la adalah pekuburan yang disediakan bagi penduduk Makkah atau siapa saja termasuk jemaah haji yang meninggal di Makkah. Sejak sebelum Islam, Ma'la sudah dijadikan makam keluarga besar Bani Hashim, iaitu nenek moyang Nabi Muhammad.
Rasulullah pernah bersabda,
"Allah akan membangkitkan dari bumi ini (perkuburan Ma'la) 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab. Setiap seorang daripada mereka dapat membawa (membantu) 70,000 orang, wajah mereka cerah dan bersinar bagaikan bulan purnama..." (Hadis riwayat Abu Hafs)
Kuburan Ma'la tidak menggunakan nisan dan tidak ada bangunan di atas kuburan. Jenazah yang yang dikuburkan di Ma'la biasanya disembahyangkan di Masjidil Haram oleh jemaah yang hadir sembahyang ketika itu.
Masjid Tan’im
Masjid ini dinamakan juga masjid aisyah. Terletak sekitar 6 kilometer dari kota Makkah. Umumnya Masjid ini dipergunakan sebagai miqatnya jama’ah yang akan melaksanakan umrah.
Diriwayatkan dalam hadits bahwa Siti Aisyah yang berangkat untuk berhaji dengan Nabi Saw dari Madinah. Setelah tiba di Makkah beliau haid, sehingga tidak bisa Thawaf dan sa’i di Masjidil Maharam. Namun, Rasulullah saw menyuruh beliau untuk mandi dan tetap berpakain ihram, kemudian melaksanakan rukun-rukun haji lainnya di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Setelah Aisyah r.a suci dari haid, Nabi Muhammad Saw memerintahkan Abdurahman bin Abu Bakar untuk mengumrahkan Aisyah dari Masjid Tan’im sebagai miqat.
Masjid Ji’ranah
Masjid Ji’anah berada di Timur laut kota Mekkah berjarak sekitar 24 km dari Mekkah. Dinamajan Jir’anah karena seorang wanita yang pernah hidup ditempat ini, Sebagaimana Allah abadikan dalam surat An nahl ayat 92.
Di tempat ini Nabi istirahat bersama pasukan yang berjumlah 12 ribu orang selepas perang Hunain dan Tha'if. Dari tempat ini Nabi berihram untuk umrah lalu ke Mekkah untuk thawaf, sa'i, dan tahllul, kemudian pada malam Rabu hari ke-12 di akhir bulan Dzulqa'dah beliau kembali lagi ke Ji'ranah untuk niat ihram umrah.Sehingga tempat ini juga menjadi tempat ihram umrah bagi penduduk tanah haram seperti Tan'iem Mengenal Kota Madinah dan Keutamaannya
Madinah Al Munawwarah
adalah kota utama di Arab Saudi yang ramai diziarahi oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Di kota tersebut terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin jika menunaikan shoalat di masjid tersebut. Bagi umat Islam, kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia.
Kota ini sebelumnya Islam bernama Yatsrib. Kemudian, ketika Nabi Muhammad saw. berhijrah dari Mekkah, kota ini berganti nama menjadi Madinah.
Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.
Kota ini dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun. Suhu tertinggi berkisar antara 30 °C sampai 45 °C pada waktu musim panas, dan suhu rata-rata berkisar antara 10 °C sampai 25 °C.
Dari sektor ekonomi, terdapat sektor pertanian dan perkebunan terlebih perkebunan kurma yang sudah dikenal sejak masa lampau, peternakan selayaknya penduduk Arab serta perdagangan ditambah dengan sektor jasa terutama jasa pelayanan para peziarah di antaranya adalah usaha perhotelan dan penginapan.
Keutamaan Kota Madinah
1.Allah menjadikannya Tanah Haram Dan neberi yg aman seperti Mekah
2.Nabi Memberikan nama untuk Madinah yaitu ;Thabah” dan “Thayibah” yang berarti kota yang memiliki kebaikan
3.Rasulullah memberikan sifat byang khusus yaitu Qaryah Ta’kulu Qura (negeri yan bisa mengalahkan negeri yang lain)
4.Rasuullah mendoakan untuk keberkahan kota Madinah
5.Dajjal tidak akan masuk kota Madinah
Masjid nabawi
Masjid Nabawi adalah masjid Rasulullah karena Rasulullah menyebut dengan “masjidku”. Pada awalnya,masjid ini berpondasi dari batu yang dindingnya dari batu bata serta tiang-tiangnya dari batang pohon kurma. Tinggi atapnya sekitar 5 hasta pada pembangunan pertama dan 7 hasta pada pembangunan ke dua. Atapnya berasal dari pelepah dan daun kurma yang berbentuk puncung dan atap gubuk.
Keutamaan masjid ini, bahwa shalat di masjid nabawi, pahalanya melebihi seribu kali shalat di masjid selainnya. Sehingga masjid ini merupakan satu di antara tiga Masjid yang dianjurkan bagi Umat islam untuk diziarahi.
Masji ini merupakan masjid kedua yang disucikan setelah masjidil haram. Dan di dalamnya terdapat Kuburan Rasulullah, Abu Bakar Shidiq, dan Umar bin Khatab.
Raudhah
Secara bahasa, Raudhah adalah taman atau hamparan tanah terbuka yang dipenuhi pepohonan dan bunga-bunga yang indah. Raudlah adalah sebuah tempat yang terletak di antara rumah Nabi dan Mimbar beliau dan merupakan salah satu taman dari beberapa taman surga, sehingga tempat ini merupakan tempat yang menjadi tempat pavorit para peziarah karena mustajab ketika berdoa lamnya.
Rasulullah saw. Bersabda, “Antara rumahku dan membarku ada sebuah taman dari taman-taman surga.” (HR Bukhari Muslim)
Luas raudhah dari Timur ke barat 22 dan dari Utara ke selatan 15 M2.
Di makan ini, dimakamkan sekitar 10000 sahabat rasulullah, termasuk semua istri rasulullah kecuali khadijahbinti Khuwailid yang dimakamkan di Makkah.
Menziarahi makam bagi merupakan sunnah rasulullah karena beliau sering mengunjunginya.
Masjid Quba
Masjid Quba yang berjarak sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. Setelah Rasulullah sampai di Quba dalam perjalanan hijrahnya dari Mekah pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi.
Allah memuji masjid ini dan orang yang mendirikan shalat di dalamnya,
Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri....(At Taubah, 108).
Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani mengatakan, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.
Rasulullah sering mengunjungi Masjid Quba dengan berjalan kaki atau mengendarai tunggangannya kemudian menunaikan shalat dua rakaat.
Keutamaan masjid Quba adalah bahwa menunaikan shoalat dua rakaat di sana, baik fardhu ataupun sunnah, pahalanya sama seperti umrah.
Rasulullah bersabda
“barangsiapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke masjid quba dan melaksanakan shalat di dalamnya, baginya mendapatkan pahala seperti pahala umroh.” (HR Ahmad, An nasai, dan Ibnu Majah)
Masjid jumat
masjid yang pertama kali Rasulullah menunaikan shalat jumat dalam perjalanan hijrahnya dari Makkah menuju Madinah.
Pembangunan Masjid Al-Jum’ah ini diulang beberapa kali hingga tahun 1409 H. Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan perluasan bangunan dengan merobohkan masjid lama, kemudian dilengkapi beberapa fasilitas pendukung, seperti asrama untuk imam dan muadzin, perpustakaan, madrasah menghafal Alquran, mushala untuk wanita, tempat wudhu, dan toilet.
Akhirnya, Masjid Al-Jum’ah mampu menampung 650 jamaah, padahal dulu tidak mampu memuat lebih dari 70 jamaah. Masjid ini memiliki menara tinggi yang sangat indah dan kubah utama tepat di atas area shalat bagian tengah, ditambah dengan empat kubah kecil.
Masjid Qiblatain
MASJID Qiblatain awalnya dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. masjid yang terletak di atas bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjib Nabawi di Madinah.
Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surah Al Baqarah ayat 144 yang memerintahkan tentang perpindahan qiblat mengarah Masjidil haram. Allah berfirman,
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Al-Baqarah: 144).
Padahal, ketika turun wahyu tersebut shalat telah berlangsung dua rakaat. Maka begitu mendengar wahyu tersebut, serta merta Rasulullah saw dan para shahabat langsung memindahkan arah kiblatnya atau memutar arah 180 derajat.
Perpindahan arah kiblat ini juga dilatari keresahan dan kegalauan Rasulullah saw sendiri yang sempat dicemooh oleh kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-rang kafir bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw itu hanya menyontoh dan mengikuti ajaran nenek moyang mereka. Cemoohan yang dikaitkan dengan arah kiblat ke Yerusalem, sehingga Rasulullah saw berdoa dan meminta agar arah kiblat dipindahkan.
Doa Rasulullah saw ini kemudian dikabulkan saat sedang berada di masjid yang kemudian dinamai Qiblatain ini. Hingga sekarang, bangunan masjid ini memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam shalat. Belum lama ini masjid tersebut direnovasi oleh pemerintah Saudi, dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina.
Masjid Ijabah
Masjid ini terletak di sekitar daerah al-Ma’abdah, di lembah perkampungan keluarga Qunfudh. Daerah ini terletak di sebelah kiri kalau kita dari Masjidil Haram menuju Mina. Di tempat ini Rasulallah saw pernah mendirikan shalat, dan dibangun bekas tempat shalat Nabi saw sebuah masjid sebelum tahun 3 H.
Dulu masjid ini tidak terawat, tembok bagian depan hampir roboh. Kemudian masjid ini dipugar pada tahun 720 H. panjang masjid dari tembok mihrab ke tembok depan kurang lebih 18 hasta dan lebarnya juga sama 18 hasta. Sekarang masjid itu setelah dipugar ulang mejadi masjid yang cukup mewah.
Masjid Al Ghamamah
Dinamakan dengan Al-Ghamamah karena konon ada awan (ghamamah) yang memayungi Rasulullah dari sinar matahari saat beliau menunaikan shalat. Masjid AlGhama
erletak di barat daya Masjid Nabawi, berjarak 500 meter dari Bab As-Salam. Masjid ini adalah lokasi tempat terakhir Rasulullah menunaikan shalat ‘Id.
Masjid Al-Ghamamah dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz di Madinah. Kemudian direnovasi oleh Sultan Mamalik, Hasan bin Muhammad Qalawun Ash-Shalihi tahun 761 H.
Pada masa Sultan Inal (tahun 861 H) dilakukan perbaikan-perbaikan. Setelah itu, Sultan Abdul Majid I melakukan renovasi secara sempurna hingga masa kini, selain perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid dan Pemerintahan Arab Saudi.
Masjid Al-Ghamamah ini berbentuk persegi panjang, terdiri dari dua bagian; jalan masuk dan aula shalat. Jalan masuknya berbentuk persegi panjang dengan panjang 26 meter dan lebar empat meter. Diberi atap dengan lima kubah bola. Memiliki lengkungan runcing.
Di bagian atasnya terdapat kubah tengah yang terpasang di atas jalan masuk masjid bagian luar. Kubah-kubah ini lebih rendah dari enam kubah yang membentuk atap aula shalat. Jalan masuk terbuka di bagian utara di jalan raya melalui lengkungan runcing.
Sementara aula shalat memiliki panjang 30 meter dan lebar 15 meter aula ini dibagi menjadi dua serambi dan diatapi dengan enam kubah dalam dua barisan yang sejajar. Yang paling besar adalah kubah mihrab. Pada dinding aula shalat bagian timur terdapat dua jendela persegi panjang. Pada bagian atasnya terdapat dua jendela kecil dan di atasnya lagi terdapat jendela ketiga berbentuk bulat. Hal yang sama juga terdapat pada aula shalat bagian barat.
Mihrab Masjid Al-Ghamamah berada di tengah dinding aula shalat bagian selatan. Di samping mihrab terdapat mimbar pualam yang memiliki sembilan tangga. Bagian atasnya terdapat kubah berbentuk kerucut. Pintunya berasal dari kayu yang dihias dengan khat utsmani. Sementara itu, menara adzannya berada di sudut barat laut. Bagian bawah menara berbentuk persegi empat setinggi masjid. Kemudian berubah bentuk menjadi persegi delapan, dan berakhir
Di bagian luar, Masjid Al-Ghamamah dihiasi dengan lapisan batu basal hitam. Sementara itu, bagian atas kubahnya dipoles dengan warna putih. Di bagian dalam, dinding dan cekungan kubah dipoles dengan warna putih. Tiang-tiang penyangga masjid dipoles dengan warna hitam sehingga memberikan pemandangan indah pada masjid dengan dua warna yang serasi.
Masjid Sab’ah
Masjid Sab'ah (tujuh) terletak di kota Khandaq. Masjid Tujuh ini merupakan kelompok masjid yang terletak di kaki Bukit Sala', sekitar 3 km sebelah barat laut masjid Nabawi. Dinamakan masjid Tujuh karena memang jumlahnya ada 7 yaitu, masjid Salman, masjid Abu Bakar, masjid Umar, masjid Utsman, masjid Ali, masjid Fatimah dan masjid Fatah.
Di antara ketujuh masjid itu, masjid Fatah yang memiliki peran sangat mulia, karena di masjid inilah Nabi saw memimpin tentara Islam pada waktu perang Khandaq berlangsung dan di situ pula Nabi saw berdoa selama tiga hari berturut-turut, dan baru dikabulkan Allah swt pada hari ketiga.
Menurut salah satu riwayat, masjid-masjid yang lainnya adalah merupakan tempat pertahanan para sahabat terkemuka Nabi ketika perang Khandaq berlangsung. Kemudian untuk mengenang peristiwa itu dibangunlah masjid-masjid itu sebagai monumen penting dan diberi nama sesuai lokasi dan nama sahabat yang menempati tempat pertahanan tersebut.
Namun dewasa ini, karena satu dan lain hal jumlah masjid tersebut tinggal 5 buah saja dan disebut masjid Khamsah (masjid Lima). Wallahua'lam
Masjid al-Rayah
Rayah berarti bendera. Di sini rasulullah pernah membangun kemah pada saat mengawasi sahabat untuk membuat parit (khandaq) dan kemudian menunaikan shalat di tempat tersebut yang pada perkembangganya di bangun masjid di tempat tersebut. Di dekat ini pun terdapat Jabal Dzubab yang juga di sebut Jabal Rayah. Tempat ini terletak di Barat laut masjid nabawi sekitar 1400 m.
Di sini pernah terjadi Mu'jizat, yaitu ketika Nabi dan para sahabat menggali parit untuk menghalang pasukan kafir yang bermaksud menyerang Madinah. Di saat Nabi memecahkan batu dengan cangkul, keluarlah kilatan cahaya yang menerangi hingga ke batas Madinah di Arah Barat dan Timur. Kemudian datanglah malaikat Jibril dengan kabar gembira bahwa umatnya kelak akan dapat mengalahkan kekaisaran Romawi dan Sun'a.
Gunung Uhud
Gunung terpanjang di Madinah dengan ukuran 6-8 Km,yang terletak 5 Km dari Kota Madinah menjadi saksi sejarah yang penting dalam Islam karena disinilah terjadi peperangan yang dahsyat antara umat Islam yang berjumlah 700 tentara dengan kaum kafir yang akhirnya dimenangkan oleh kaum kafir. Dalam perang tersebut, kaum Muslimin yang gugur berjumlah 70 orang; 64 dari kalangan Anshar dan 6 orang dar Kalangan Muhajirin.
Di dekat gunung Uhud juga terdapat kuburan syuhada' yang terbunuh pada saat perang uhud, termasuk paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib, menurut sebagian ulama, sebenarnya jenazah yang ada di kuburan ini mau dipindah ke Madinah, namun pada saat jenazahnya diangkat tidak bisa karena tanahnya juga mau ikut, sebab tanah di sekitar uhud ini juga mau menjadi saksi sebagai tempat kuburan para syuhada. Juga menurut salah satu riwayat bahwa sebelumnya tanah di daerah Uhud sebelumnya berwarna putih seperti tanah di daerah lainnya, tetapi setelah terjad perang Uhud warna tanahnya menjadi kemerah-merahan sebagai akibat darahnya para syuhada' yang gugur pada waktu perang Uhud.
Masjid Syajarah
Masjid Syajarah disebut juga masjid Miqat atau masjid dzulhilaifah. Dinamakan syajarah karena dinisbatkan kepada sebuah pohon yang letaknya berdekatan dengan Masjid Jin, kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram.
Diriwayatkan bahwasanya di tempat tersebut Nabi pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu datang memenuhi pangilan Nabi saw. Ia mendekat kepada beliau lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut dari tanah, lalu berhenti di hadapan beliau. Setelah selesai urusan Nabi saw dengan pohon itu lalu beliau memerintahkannya untuk kembali lagi ke tempatnya semula.
Masjid yang memiliki ketinggian 64 M dan Kubah 28 M terletak sebelah selatan masjid nabawi dengan jarak kira-kira 10 KM. Pada masa pemerintahan Raja fahd bin Abdul Aziz masjid ini direnovasi dan menghabiskan biaya 200 juta real. Luas masjid tersebut 90.000 M2 dan mempu menampung jamaah 50.000 jamaah.
.
RAHASIA AIR ZAMZAM
Dari Ibnu Abbas RA, bahwasannya Nabi Muhammad SAW, bersabda tentang air zam zam yang artinya sebagai berikut “ Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”.
Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar, dan banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang, hal ini sebagai konsekwensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS, guna mengundang sebanyak-banyaknya umat manusia ke Baitullah.
Kesitimewaan :
Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.
Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah, kemudian beliau meminumnya sambil berdiri.
Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencucu najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.
Disunahkan membawa air zamzam pulang ke negerinya bagi jamaah “penunai rukun Islam ke lima) yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.
Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah “H”, bahkan sekarang dengan peralatan canggih, orang yang di Masjid Nabawi (Madinah) yg berjarak 450 Km dari Mekah meminum air zam zam setiap saat.
Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa’I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang, kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam.
Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar kering sendiri, dan akan dipakai sebagai ‘Kafan” ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.
Keutamaan :
Air Surga (maa’ul-Jannah), artinya air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.
Nikmat Allah, salah satunya nikmat Allah bagi para Jamaah haji yang langsung dapat merasakan nikmatnya air ditengah-tengah padang pasir.
Pencuci Kalbu, Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad SAW, ketika Malaikat Jibril membasuh hati Muhammad dengan air zam zam.
Penuh Berkah, Karena Rasulullah SAW sering meminumnya dan tangannya yang penuh berkah dicelupkannya ke sumur zam zam.
Mengenyangkan, Air yang mengenyangkan dan menghilangkan dahaga.
Obat penyakit, Air penyembuh penyakit, baik penyakit jiea, batin atau jasmani dan Rasulullah menyebutnya “ mengobati penyakit” dan banyak kisah dan riwayat, sebagai bukti kebenaran hadist diatas.
Abadi, Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah.
Kajian Ilmiah :
Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi. Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak haji disebelah ya. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang. Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam :
Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.
Profil dalam tanah sumur zam-zam
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.
Mata air zamzam
Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Air Hujan Sebagai Sumber :
Daerah tangkapan air hujan (cekungan Mekah)
Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah. Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
Lokasi sumur zamzam di tengah lembah (Wadi Ibrahim Catchment Area)
Gambar di atas ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak di tengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Foto Kabah zaman dahulu
Dahulu di atas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.
Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam :
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Kabah di dalam Masjidil Haram
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentu saja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun di sekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk :
Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam
Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam :
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Sistem pompa sumur Zamzam
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).
Kandungan Mineral :
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi :
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Molekul air zam zam
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Analisa Kualitas Air Zamzam (Perbandingan Unsur Kimia Air Zamzam dengan Air Mineral) :
Parameter
Air Zamzam (mg/l)
Air Mineral (mg/l)
Klorida (Cl)
159,75
30
Sulfat (SO2)
140
27
Nitrat (NO3)
-
15
Nitrit (NO2)
0,045
-
Bikarbonat (HCO3)
398,22
32
Flour (F)
-
0,7
Besi (Fe)
tak terdeteksi
0
Mangan (Mn)
0,014
-
Natrium (Na)
318
20
Kalium (Ca)
182,2
3
Zat Padat Terlarut (TDS)
858
170
Magnesium (Mg)
6,86
5
Zat Organik
2,79
-
Jumlah Mikro Organisme (TPK)
-
-
PH
7,3
7,2
Wallahu'alam
.
Sejarah Masjid Qiblatain Madinah
MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. masjid yang terletak di atas bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah, itu bernama Masjid Bani Salamah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjib Nabawi di Madinah. Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surah Al Baqarah ayat 144. Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah saw menghadap ke arah Masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Adapun wahyu yang diturunkan Allah SWT untuk mengubah arah kiblat tersebut :
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Al-Baqarah: 144).
Padahal, ketika turun wahyu tersebut shalat telah berlangsung dua rakaat. Maka begitu mendengar wahyu tersebut, serta merta Rasulullah saw dan para shahabat langsung memindahkan arah kiblatnya atau memutar arah 180 derajat. Dan peristiwa perpindahan kiblat itu dilakukan sama sekali tanpa membatalkan shalat. Juga tidak dengan mengulangi shalat dua rakaat sebelumnya. Ayat itu sendiri adalah ayat yang diturunkan kepada Rasulullah saw yang telah lama mengharapkan dipindahkannya kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Pada awalnya, kiblat shalat untuk semua nabi adalah Baitullah di Mekah yang dibangun pada masa Nabi Adam as seperti yang tercantum dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 96 :,
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Sedangkan Al Quds ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para nabi dari bangsa Israel. Al Quds berada disebelah Utara. Adapun Baitullah di Mekah disebelah Selatan sehingga keduanya saling berhadapan.
Perpindahan arah kiblat ini juga dilatari keresahan dan kegalauan Rasulullah saw sendiri yang sempat dicemooh oleh kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-rang kafir bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw itu hanya menyontoh dan mengikuti ajaran nenek moyang mereka. Cemoohan yang dikaitkan dengan arah kiblat ke Yerusalem, sehingga Rasulullah saw berdoa dan meminta agar arah kiblat dipindahkan. Doa Rasulullah saw ini kemudian dikabulkan saat sedang berada di masjid yang kemudian dinamai Qiblatain ini. Hingga sekarang, bangunan masjid ini memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam shalat. Belum lama ini masjid tersebut direnovasi oleh pemerintah Saudi, dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina. Ruang mihrab mengadopsi geometri ortogonal kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara kembar dan kubah kembar. Kubah utama yang menunjukkan arah Kiblat yang benar dan kubah kedua adalah palsu dan dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Ada garis silang kecil yang menunjukkan transisi perpindahan arah. Di bawahnya terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem, bernuansa tradisional. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2 H, atau tepatnya 17 bulan setalah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah itulah yang menjadi cikal bakal pemberian nama Masjid Qiblatain yang berarti dua kiblat. Masjid Qiblatain, merupakan salah satu tempat ziarah di Madinah bagi jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.
Sebelum mengajukan permohonan membuat paspor umroh, Anda perlu mempersiapkan dokumen persyaratan secara lengkap, diantaranya :
KTP WNI ASLI dan foto copynya 1 lembar.
Kartu Keluarga ASLI dan foto copynya 1 lembar.
Akte Kelahiran/Surat Nikah/ Ijazah ASLI dan foto copynya 1 lembar.
Paspor lama ASLI (untuk permohonan perpanjangan paspor) dan foto copynya 1 lembar.
Materai Rp. 6000 dan alat tulis untuk mengisi formulir.
Untuk pengajuan permohonan paspor bagi anak yang berumur dibawah 17 tahun atau belum memiliki KTP, maka diperlukan fotokopi KTP orang tua serta kartu keluarga.
Surat pengantar/ Surat rekomendasi dari travel umroh yang menyatakan bahwa kita akan menunaikan ibadah umroh.
Proses membuat paspor umroh ini biasanya memakan waktu sekitar satu minggu dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
Mengisi formulir permohonan pembuatan paspor
Foto dan wawancara
Pengambilan paspor
ONLINE
Anda dapat melakukan pendaftaran secara online dengan mengakses website resmi imigrasi di www.imigrasi.go.id kemudian pilih layanan paspor online dan klik pra permohonan paspor. Tentukan kantor imigrasi, waktu dan tanggal yang hendak didatangi untuk proses pemohonan paspor tersebut. Yang perlu diketahui jika Anda datang diluar tanggal yang ditentukan, maka permohonan paspor secara online yang sudah Anda lakukan tidak dapat dilanjutkan dan perlu diulang kembali.
Setelah data yang diinput sudah lengkap, Anda akan mendapatkan bukti formulir (bentuk pdf) yang harus Anda cetak sebagai bukti telah melakukan permohonan paspor secara online. Kemudian datang ke kantor imigrasi di hari yang sudah ditentukan ketika mengisi formulir permohonan paspor secara online.
CATATAN PENTING UNTUK ANDA :
Disarankan ketika datang ke kantor imigrasi lebih pagi untuk mengambil nomor antrian, bagi yang belum mengisi formulir secara online biasanya Anda akan diminta mengisi formulir permohonan terlebih dahulu dan diminta untuk datang kembali untuk melakukan proses foto dan wawancara. Sedangkan yang sudah melakukan permohonan secara online, Anda hanya tinggal menunjukkan bukti formulir (bentuk pdf) dan kelengkapan dokumen persyaratan baik fotokopi ataupun dokumen aslinya. Untuk Fotokopi KTP jangan dibuat bolak balik, dipotong ataupun diperkecil melainkan di copy dalam satu lembar yang sama menggunakan kertas A4. Setelah itu Anda langsung dapat melakukan proses foto dan wawancara di hari yang sama. Sebelum proses foto dan wawancara Anda diminta untuk melakukan pembayaran di bagian administrasi.
Untuk pengambilan paspor, anda dapat mengambil sendiri atau diwakilkan dengan surat kuasa dengan syarat terdapat bukti pembayaran dan bukti dokumen permohonan pengajuan paspor seperti Kartu Keluarga.
Cara Membuat Paspor Umroh 3 Kata – Untuk melakukan perjalanan ibadah umroh ke tanah suci, Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia memiliki peraturan bagi orang-orang yang ingin masuk ke kerajaan Saudi Arabia yakni harus memiliki paspor dengan nama yang terdiri dari 3 suku kata. Paspor bisa didapatkan di Kantor Imigrasi dan melalui beberapa prosedur. Untuk pengajuan permohonan paspor, pemohon dapat langsung mengajukan permohonan pembuatan paspor ke Kantor Imigrasi di wilayah masing-masing dengan syarat yang telah ditentukan.
Cara Membuat Paspor Umroh 3 Kata
Bagi yang sudah memiliki paspor tetapi nama yang tertera kurang dari tiga suku kata maka perlu ada penambahan nama menjadi 3 suku kata. Nama yang dipakai harus nama ayah dan misalnya masih kurang dari 3 suku kata maka harus nama kakek yang dipakai untuk penambahan nama tersebut. Anda hanya perlu membawa dokumen asli serta fotokopi semua dokumen persyaratan dan mengisi formulir permohonan penambahan nama dengan materai. Jika Anda hanya ingin menambah nama paspor, petugas akan memeriksa dokumen persyaratan Anda kemudian setelah lengkap, Anda akan diminta mengisi form dan surat permohonan secara lengkap kemudian membawa berkas tersebut ke loket bagian Pengambilan Paspor.
Sedangkan bagi yang belum memiliki paspor, sebelum mengajukan permohonan paspor, periksa terlebih dahulu dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Jangan sampai terdapat perbedaan nama, tempat dan tanggal lahir serta alamat dari masing-masing dokumen. Jika terdapat perbedaan, Anda perlu mengurusnya terlebih dahulu ke lembaga-lembaga yang menerbitkan, seperti kecamatan jika terdapat perbedaan pada kartu Keluarga ataupun KUA jika terdapat perbedaan di Surat Nikah.
.
Wajib! Suntik Vaksin Meningitis
Wajib! Suntik Vaksin Meningitis – Berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umroh dan menjalankan serangkaian perjalanan ibadah, tentulah sangat melelahkan, kesehatan kita akan terganggu jika kita tidak melakukan suntik Vaksin Meningitis. Maka perlu sekali untuk melakukan Suntik Vaksin Meningitis . Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh juga mencegah penularan penyakit (radang otak) antar jemaah tetapi Suntik Vaksin Meningitis merupakan syarat penting ketika akan menunaikan Ibadah ke Tanah Suci.
Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vaksinasi mungkin lekat pada bayi dan balita. Namun, imuniasasi atau memasukkan kuman yang dilemahkan ke dalam tubuh agar penerimanya membangun kekebalan tubuh juga diperlukan pada mereka yang sudah dewasa. Suntik Vaksin Meningitis ini merupakan syarat yang diperlukan ketika akan melaksanakan umroh dan haji, untuk mendapatkan visa Umroh atau visa kunjungan ke Saudi Arabia.
Wajib Suntik Vaksin Meningitis Ketika Ke Tanah Suci
Suntik Vaksin Meningitis
Vaksinasi yang disyaratkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi ketika akan naik haji atau umrohadalah vaksin meningitis. Mengapa vaksinasi harus di lakukan saat umroh dan haji? Karena Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyebab penyakit meningitis. Peringatan dari WHO, Arab Saudi memang sudah di nyatakan sebagai negara endemik virus meningitis. Virus meningitis ini dapat menyebabkan kematian seseorang.
Sehubungan dengan kegiatan ibadah Umroh dan Haji, pelayanan imunisasi meningitis meningokokus ACW135Y dapat di peroleh di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) seluruh Indonesia. Setelah memperoleh vaksinasi meningitis meningokokus, calon jamaah di berikan kartu ICV (International Certificate of Vaccination) sebagai syarat memperoleh visa. Vaksin yang di gunakan adalah vaksin meningitis meningokokus Menveo ACW 135Y yang telah mendapat kan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan di nyatakan halal berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Meningitis adalah penyakit infeksi menular yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini kalau tidak di obati dengan baik bisa berakibat fatal yaitu kematian, kalau pun di obati ada kemungkinan sembuh tapi bisa menyebabkan kecacatan. Kebanyakan kasus meningitis di sebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, atau jamur Meningococcus yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Penyebaran terjadi melalui udara. Dari udara kemudian masuk ke dalam tenggorokan, lalu ke darah dan bisa mencapai otak sehingga mengakibat kan radang selaput otak di karenakan kerusakan pada kendali gerak dan pikiran.
Salah satu cara yang bisa di lakukan untuk mencegah meningitis akibat meningokokus adalah melalui vaksinasi meningitis. Belakangan di ketahui vaksinasi ini tidak hanya di lakukan untuk mencegah penularan penyakit meningitis. Tapi juga pada sejumlah penyakit lain seperti tetanus, tuberkulosis, hepatitis, HIV/AIDS, hingga malaria. Vaksin ini biasa nya di berikan pada wisatawan yang akan bepergian ke negara lain terutama ke daerah endemik (antara lain Arab Saudi, Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Selandia Baru), personil militer dan jamaah haji atau umroh. Belum di temukan kasus meningitis yang terjadi sendiri di wilayah Indonesia.
Wajib Suntik Vaksin Meningitis Ketika Ke Tanah Suci
Suntik Vaksinasi Meningitis dan memiliki buku kuning adalah wajib bagi para calon jamaah umroh atau jamaah haji sebagai persyaratan pembuatan visa di kedutaan. Suntik vaksin Meningitis di lakukan sekurang kurang nya dua minggu sebelum jamaah melakukan perjalanan umroh. Tujuan suntik vaksin Meningitis adalah untuk melindungi jamaah dari penularan penyakit radang selaput otak/ meningits selama 3 tahun.
Tips terbaik untuk mendapatkan Vaksinasi Meningitis.
Kekebalan vaksin baru terjadi dalam 2 minggu dengan masa kekebalan 2 tahun, maka sebaik nya waktu penyuntikan dan keberangkatan di sarankan kurang lebih 2 minggu sebelum masa keberangkatan haji / umroh. Vaksinasi meningitis berlaku selama 2 (dua) tahun, apabila jamaah yang sudah pernah melaksanakan umroh/haji dan sudah pernah di vaksin maka tidak perlu di lakukan penyuntikan kembali.
Penularan dan Pencegahan Meningitis.
Meningitis adalah hasil dari infeksi yang menjalar. Bakteri atau virus yang menyebab kan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah dengan membiasakan :
Mencuci tangan.
Membiasakan Gaya Hidup higienis.
Pola hidup sehat.
Menutup mulut saat bersin atau batuk.
Vaksin Meningitis saat Hamil.
Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan. Banyak kasus meningitis virus dan bakteri bisa di cegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak.
Vaksin yang sudah tersedia antara lain:
Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat di berikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun.
Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun di berikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup di berikan sekali.
Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteri, batuk, tetanus dan virus polio Vaksin meningitis belum termasuk jadwal imunisasi anak tetapi dapat di dapat kan di Indonesia.
Konsultasi kan lah dengan dokter Anda jika mengingin kan vaksin tersebut. Penerapan Vaksin Meningitis Untuk Perjalanan Bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus) jarang di temukan di Indonesia itu sendiri. Sehingga banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut.
Vaksinasi sangat di anjur kan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah berisiko tinggi. Daerah yang berisiko tinggi atau daerah asal bakteri ini adalah Arab Saudi dan sebagian Negara-negara di Afrika. Calon peserta Umroh di wajib kan untuk menerima vaksin meningitis sebelum berangkat untuk mencegah terkena meningitis.
Mengunjungi tempat dengan risiko tinggi terjangkit meningitis Sangat di saran kan untuk melakukan vaksinasi terhadap meningitis grup A, C, Y dan W135, jika bepergian ke daerah berisiko tinggi. Terutama jika Anda membuat rencana seperti di bawah ini:
Tinggal dengan warga setempat di area padat untuk mengikuti ibadah Haji atau Umroh di Arab Saudi.
Melakukan aktivitas berlebih di area Haji di Arab Saudi, menjadi pekerja musiman atau sebagai TKI.
Tinggal lebih lama dari sebulan sebagai wisatawan berangsel.
Vaksin Meningitis Untuk Bayi.
Pemberian Vaksinasi Untuk bayi yang berusia antara dua bulan hingga dua tahun, dosis awal vaksin harus diikuti dengan dosis kedua tiga bulan berikutnya.Vaksin meningitis tidak cocok untuk bayi yang berusia kurang dari dua bulan. Saat mereka pertama kali vaksinasi untuk anak di bawah lima tahun, vaksin memberi perlindungan selama dua hingga tiga tahun. Satu dosis vaksin akan memberi perlindungan sekitar lima tahun bagi orang dewasa dan anak-anak berusia di atas lima tahun. Untuk melindungi Anda dari meningitis grup A, C, Y, dan W135 di butuh kan vaksinasi meningokokus ACYW135.
Efek Samping Dari Suntik Meningitis.
Vaksinasi harus di berikan dua hingga empat minggu sebelum Anda bepergian sekitar. Efek Samping dari vaksinasi Satu dari sepuluh orang yang di suntik vaksin ACWY akan mendapatkan rasa sakit dan ruam di sekitar luka suntikan. Biasa nya efek samping ini akan bertahan selama satu sampai dua hari. Reaksi yang gawat jarang sekali terjadi, tapi demam ringan bisa muncul. Kondisi ini lebih sering di jumpai pada anak-anak dari pada orang dewasa.
Maka dari itu diwajibkan bagi anda yang akan melakukan ibadah umroh ke tanah suci untuk melakukan suntik meningitis 2 minggu sebelum keberangkatan ke tanah suci.
HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN HAJI DAN UMRAH
HAL - HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN HAJI DAN UMRAH
Ada tiga cara orang mengerjakan Haji dan Umroh itu, yaitu:
Mengerjakan ihram untuk Umroh pada bulan-bulan Haji (yaitu mulai dari hari pertama bulan Syawal sampai terbit fajar pada hari kesepuluh bulan Dzulhijjah)lalu bertahallul. Kemudian berihram untuk haji dari Mekkah dan sekitarnya pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) pada tahun umrahnya tersebut (pada waktunya, mengerjakan Haji sampai selesai). Haji cara ini disebut HAJI TAMATTU'.
Mengerjakan Haji dan Umroh secara bersama-sama sekaligus pada bulan-bulan haji, sampai selesai Haji cara ini disebut HAJI QIRON.
Mengerjakan Haji saja pada waktunya sampai selesai, kemudian sesudah itu mengerjakan Umroh kalau mau, berihram untuk haji pada bulan-bulan haji dari miqat, (atau dari rumahnya bagi yang tinggal di daerah antara miqat dan Mekkah, atau dari Mekkah bagi yang tinggal disana), kemudian dia tetap dalam keadaan ihram sampai hari Nahar, (apabila ia membawa hadyu/hewan sembelihan besertanya, kalau tidak maka dianjurkan baginya untuk merubah niat hajinya kepada umrah, menjadi haji tamattu, kemudian ia melakukan tawaf lalu sa'i dan memendekkan rambutnya, kemudian tahallul, sebagaimana yang telah diperintahkan Nabi saw, apabila tidak membawa hadyu) . Haji cara ini disebut HAJI lFROD.
IBADAH UMRAH
1. Apabila anda telah sampai di miqat, maka disunatkan membersihkan badan, mandi dan memakai wangi-wangian jika hal itu memungkinkan, kemudian kenakanlah pakaian ihram (sarung dan selendang). Dan lebih utama apabila berwarna putih. Bagi wanita boleh mengenakan pakaian yang ia sukai, asal tidak menampakkan perhiasan. Kemudian berniat ihram untuk umrah seraya mengucapkan talbiyah :
LABBBAIK ALLAAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WAN NI'MATA LAKA WAL MULK, LAA SYARIIKA LAK
Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMu. Tidak ada sekutu bagiMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran adalah untukMu semata. Segenap kerajaan untukMu. Tidak ada sekutu bagiMu. Bagi kaum pria hendaknya mengucapkan talbiyah ini dengan suara keras, sedangkan bagi wanita hendaknya mengucapkan dengan suara pelan. Kemudian perbanyaklah membaca talbiyah, dzikir dan istighfar serta menganjurkan berbuat baik dan mencegah kemungkaran.
2. Apabila anda telah sampai di Mekkah, Maka lakukanlah tawaf di Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran, anda mulai dari Hajar Aswad sambil bertakbir dan anda sudahi di Hajar Aswad itu pula. Dan bacalah dzikir serta do'a yg disyariatkan. Disunatkan bagi anda membaca di setiap kali putaran antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad :
"Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka". Kemudian setelah tawaf, lakukanlah salat dua raka'at di belakang makam Ibrahim walaupun agak jauh dari tempat tersebut jika hal itu mungkin. Dan jika tidak, maka lakukanlah di tempat lain di dalam Masjid.
3. Kemudian keluarlah menuju Safa, sambil membaca (disunatkan), INNASH SHAFA WAL MARWATA MIN SYA'AA 'IRILLAAH Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah diantara syiar-syiar Allah dan naiklah ke atasnya sambil menghadap Ka'bah, sambil mengangkat kedua tangan, dan bacalah do'a serta ulangilah setiap do'a tiga kali,'sesuai dengan sunnah Resulullah saw., dan ucapkanlah:
Allah maha agung, Allah maha agung, Allah maha agung. Tiada Tuhan kecuali Allah yang tunggal tiada sekutu bagiNya.BagiNya kerajaan dan puji-pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan kecuali Allah yang memenuhi janji-janjiNya dan yang menolong hambaNya serta menghancurkan musuh-musuh dengan sendirinya Ucapkanlah bacaan tersebut tiga kali, dan tak mengapa apabila anda baca kurang dari bilangan itu. Kemudian turunlah dan lakukanlah sa'i umrah sebanyak tujuh kali putaran dengan berjalan cepat (raml/lari lari kecil) diantara tanda hijau, dan berjalan biasa sebelum dan sesudah tanda tersebut, kemudian naiklah anda keatas Marwah , dan bacalah sebagaimana yang anda lakukan di Safa. Dalam tawaf ataupun sa'i, tidak ada bacaan dzikir wajib yang khusus untuk itu, Akan tetapi dibolehkan bagi yang melakukan tawaf atau sa'i untuk membaca dzikir dan do'a atau bacaan Al-qur'an yang mudah baginya. dengan mengutamakan bacaan - bacaan dzikir dan do'a yang bersumber dari tuntunan Rasul saw.
4. Bila anda telah selesai melakukan sa'i, maka cukurlah dengan bersih atau pendekkan rambut kepala anda. Dengan demikian selesailah umrah anda dan selanjutnya anda diperbolehkan melakukan hal-hal yang tadinya menjadi larangan ihram. Apabila anda melakukan haji Tamattu', maka wajib bagi anda menycmbelih kurban pada hari nahr, yaitu seekor kambing atau sepertujuh onta/sapi. Jika anda tidak mendapatkannya, maka anda wajib melakukan puasa sepuluh hari; tiga hari di waktu haji, dan tujuh hari setelah anda pulang ke keluarga anda. Dan lebih utama, anda lakukan puasa tiga hari itu sebelum hari Arafah. Jika anda melakukan haji Tamattu' atau Qiran.
IBADAH HAJI
1. Jika anda melakukan haji lfrad atau Qiran, hendaklah anda berihram dari miqat yang anda lalui. Dan jika anda tinggal di daerah miqat, maka berihramlah menurut niat anda dari tempat tersebut. Dan jika anda melakukan haji Tamattu', maka berihramlah dari tempat tinggal anda hari Tarwiyah, yaitu pada tgl. 8 Dzu-l-Hijjah. Mandilah dan pakailah wangi-wangian lebih dahulu sekiranya hal itu memungkinkan, kemudian kenakanlah pakaian ihram, lalu berniatlah dengan membaca talbiyah! "Ku sambut panggilanMu untuk menunaikan haji, Ku sambut pannggilanMu ya Illahi, ku sambut panggilanMu. Ku sambit panggilanMu, Kau yang tiada sekutu bagiMu, ku sambut panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, ni'mat dan kerajaan adalah milikMu. tiada sekutu bagiMu".
2. Kemudian keluarlah menuju Mina, lakukanlah salat Zhuhur, Asar, Maghrib, lsya' dan subuh disana, dengan cara mengqasar salat yang empat raka'at (Zhuhur, Asar dan lsya') menjadi dua raka'at pada waktunya masing-masing.
3. Apabila matahari telah terbit pada hari kesembilan Dzu-l-Hijjah (esoknya), maka berangkatlah anda menuju Arafah dengan tanpa tergesa-gesa, dan hindarilah jangan sampai mengganggu sesama jama'ah haji. Dan di Arafat lakukanlah salat Zhuhur dan Asar dengan jama' taqdim dan Qasar, dengan satu kali adzan dan dua iqamat.Tentang wukuf ini, anda harus yaqin bahwa anda benar-benar telah berada di dalam batas Arafah (bukan di luarnya). Dan perbanyaklah disini dzikir dan do'a, sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan, mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah saw. Padang Arafah seluruhnya merupakan tempat wukuf, dan hendaklah anda tetap berada disana hingga terbenam matahari.
4. Apabila matahari telah terbenam, berangkatlah menuju Muzdalifah dengan tenang sambil membaca talbiyah, dan hindarilah jangan sampai mengganggu sesama muslim. Sesampainya anda di Muzdalifah, lakukanlah salat Maghrib dan lsya' dengan jama' dan qasar. Dan hendaklah anda menetap disana hingga anda malakukan salat Subuh. Setelah selesai salat Subuh perbanyaklah do'a dan dzikir hingga hari tampak mulai terang, mengikuti tuntunan Rasulullah saw.
5. Kemudian berangkatlah sebelum matahari terbit menuju Mina sambil membaca talbiyah. Bagi yang berudzur seperti wanita dan orang-orang yang lemah, boleh berangkat menuju Mina pada malam itu juga setelah lewat pertengahan malam. Dan pungutlah di Muzdalifah batu-batu kecil (kerikil) untuk melempar Jumrah (Batu untuk lempar tiga jumrah dapat diambil pula dari tanah haram; Mekkah, Muzdalifah, Mina).
6. Apabila anda lelah tiba di Mina, lakukanlah hal-hal berikut ini: Lemparlah Jumrah Aqabah, yaitu Jumrah yang terdekat dari Mekkah, dengan tujuh batu kecil secara berturut-turut sambil bertakbir pada setiap kali lemparan, lakukan lempar jumrah dengan tenang. Sembelihlah kurban jika anda berkewajiban melakukannya, dan makanlah sebagian dagingnya, serta berikan sebagian besarnya kepada orang-orang fakir. Bercukurlah dengan bersih atau pendekkan rambut anda, akan tetapi lebih utama bagi anda adalah mencukur bersih. Sedang bagi wanila cukup menggunting ujung rambutnya kira-kira sepanjang ujung jari. Lebih utama jika ketiga perkara ini dilakukan secara tertib. Namun tak mengapa bagi anda jika anda terlanjur dahulukan yang satu atas yang lain. Apabila anda telah selesai melempar dan mencukur, berarti anda telah melaksanakan tahallul Awal. Dan selanjutnya anda boleh mengenakan pakaian biasa dan melakukan hal-hal yang tadinya menjadi larangan ihram, kecuali berhubungan dengan isteri.
7. Kemudian berangkatlah menuju Mekkah dan lalakukanlah tawaf Ifadah setelah itu lakukanlah sa' i jika anda melakukan haji Tamattu', ataupun anda melakukan haji Qiran atau Ifrad, akan tetapi anda belum melakukan sa'i setelah tawaf qudum. Dengan demikian anda diperbolekan mengadakan hubungan dengan isteri. Tawaf Ifadhah ini boleh diakhirkan melakukannya sampai lewat hari-hari Mina dan menuju Mekkah setelah melempar seluruh Jumrah.
8. Setelah tawaf Ifadhah pada hari Nahr, kembalilah ke Mina. Bermalamlah di sana pada malam hari tasyriq, yaitu tgl. 11. 12 dan 13 (Nafar Ts�ani), dan tak mengapa jika anda bermalam hanya dua malam saja (Nafar Awal).
9. Lemparlah ketiga Jamrah selama anda menetap dua atau tiga hari di Mina, setelah matahari tergelincir; anda mulai dari Jumrah Ula, yaitu yang terjauh jaraknya dari Mekkah, kemudian Jumrah wusta (tengah), dan selanjutnya Jumrah Aqabah; setiap Jamrah dengan tujuh batu kecil secara berturut turut sambil bertakbir pada setiap kali lemparan.Jika anda menghendaki untuk menetap selama dua hari saja, hendaklah anda meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam di hari kedua itu. Dan jika ternyata matahari telah terbenam sebelum anda keluar dari batas Mina, maka hendaklah anda ber malam lagi pada malam hari ketiganya, dan melempar ketiga Jumrah di hari ketiga itu. Dan yang lebih utama hendaknya anda bermalam pada malam ketiga tersebut. Bagi yang sakit atau yang lemah. boleh mewakilkan kepada orang lain untuk melempar Jumrah Dan bagi yang mewakili boleh melempar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, kemudian untuk yang diwakilinya pada satu tempat Jumrah. 10. Apabila anda hendak kembali ke kampung setelah menyelesaikan segala amalan haji, lakukanlah tawaf wada'. Dan tiada kemurahan untuk meninggalkan tawaf wada' ini, kecuali bagi wanita yang sedang datang bulan (haidh) dan yang baru melahirkan (nifas).
.
PRA MANASIK UMROH
1 PRA MANASIK UMROH
2TERMINAL SOEKARNO HATTAPEMBERANGKATANTERMINAL SOEKARNO HATTASaudia AirGARUDA INDONESIAAIRWAYSGULF AIR
3Tiba di Jeddah - Menuju Madinah dengan Bis (perjalanan 4-8 jam)Bandara King Abdul Aziz, Bandara tersibuk,setiap 5 menit ada Pesawat take off atau landing- Menuju Madinah dengan Bis(perjalanan 4-8 jam)- Chek-in Hotel untuk istirahat
5 MADINAH
6ZIARAH KOTA MADINAH Masjid Nabawi Raudhahmemiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin.Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa :"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala1000x dan Shalat di Masjidil Haram (Mekkah)memiliki pahala x"dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Mesjid ini merupakan salah satu mesjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjidil Aqsa di YerusalemRaudhahBerziarah ke Masjid Nabawi dianjurkan Sholat Sunat serta Wajib sesudah Iqomat. Kemudian berdiri di depan makam Rasulullah memberikan salam dan Shalawat, selanjutnya bergeser kedepan makam Abu Bakar untuk mengucapkan salam dan mendoakan sahabat Nabi terdekat itu. Selanjutnya bergeser kedepan makam Umar untuk mengucapkan salam dan mendoakan beliau. 7Masjid Quba Masjid Qiblatain
Masjid Pertama yang dibangun olehRasulullah SAW, dalam Al Quran disebutkanBahwa Masjid Quba dibangun berdasarkan atasdasar taqwa (Surat At Taubah :108)Ziarah sebaiknya dalam keadaan suci,melaksanakan sholat didalamnya“Satu kali sholat di Masjid Qubaadalah sama dengan satu kali umrah”(HR Tirmidzi)Masjid QiblatainDi Masjid ini pertama kalinyaNabi Muhammad SAW menerima Wahyu AllahUntuk merubah arah Kiblat dari Masjidil Aqsadi Palestina ke Masjidil Haram di Mekah.
8 Pemakaman Baqi
9Bir Ali (tempat mengambil Miqot)Jabal UhudGunung tempat terjadinya perang Uhud, yakniPeperangan antara kaum Muslimin dengan kaumKafir Quraisy.Pasar QurmaDiakhir ziarah anda dibawa ke Pasar Qurma,Untuk melihat sekaligus membeli Kurmauntuk oleh-oleh dibawa pulangBir Ali (tempat mengambil Miqot)MEKKAH
10MEKKAH (mengerjakan Umroh Pertama)IHRAMNiat mengharamkan diri dari hal-hal yang tidak terkait dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT
12PROSEDUR SEBELUM IHRAMMemotong kuku, mencukur kumis, bulu ketiak, dan bulu kemaluan.Mandi dan keramasMemakai wangi-wangian pada tubuh (sebelum berpakaian ihram)Berpakaian ihramShalat sunnah Ihram 2 rakaatMembaca talbiyah ihram haji atau umrohLabbaik Allhumma Labbaik, Labbaika Laa Sharikalaka Labbaik, Innal Hamda, Wanni'amata, Laka Wal Mulk, Laa SharikalakLARANGAN DALAM IHRAMMemakai pakaian berjahit, sepatu yang menutupi mata kaki, menutup kepaladengan tutup yang melekat /payung, peci (bagi Pria)Bersarung tangan, menutup muka /cadar (bagi wanita)Dalam hal tindakan :Memotong/mencukur/mencabut kuku atau rambut badan, Pohon-pohonanMemburu/membunuh binatangMenggunjing, mencaci atau bertengkarSex dan Wangi-wangianMemakai wangi-wangian (pada badan sebelum ihram diperbolehkan)Bicara porno, bercumbu atau bersetubuhMeminang, menikah atau menikahkan 13THAWAF Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran KA’BAH AKHIR AWAL
HajarIsmailHajar AswadAKHIRHajar AswadAWALShalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim,
14SYARAT SAHNYA THAWAF SUNNAH-SUNNAH THAWAFMenutup auratSuci dari hadas dan najisDimulai dari arah sudut Hajar AswadMenjadikan Ka’bah selalu disebelah kiriDilakukan dengan 7 kali putaranBerada di dalam Masjidil HaramTidak ada tujuan lain selain ThawafNiat Thawaf (Selain thawaf rukun umrah dan haji)SUNNAH-SUNNAH THAWAFMenghadap Hajar Aswad sambil membaca Takbir dan tahlilMenyentuh Hajar Aswad dengan tangan atau menciumnyaMengapit kain selubung dengan ketiak yang kanan, untuk memudahkanjalan cepat waktu thawafBerjalan cepat pada waktu 3 kali putaran pertama, dan berjalan biasapada 4 kali putaran selanjutnya. Mengusap rukun sudut/YamaniShalat 2 rakaat setelah thawaf di maqam Ibrahim atau dimanapun didalam masjid
15 SA’IIbadah Sa'i merupakan salah satu rukun Haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa dan sebaliknya. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter. Ibadah Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.
16SUNNAH-SUNNAH DALAM SA’ISYARAT SAHNYA SA’IDilakukan setelah thawaf rukunTertib, dimulai dari Shafa dan MarwahDilakukan dalam 7 kali perjalananDilaksanakan di tempat Sa’I, yaitu koridoryang terbentang antara Shafa dan Marwahyang disebut mas’aSUNNAH-SUNNAH DALAM SA’ISuci dari hadas besar dan kecilNaik hingga ke puncak bukit Shafa dan MarwahKhusus pria dianjurkan berlari-lari kecil diantara 2 pilar hijauSaat di puncak bukit berdoa sambil mengangkat kedua tangan danmenghadap Ka’bahBerjalan kaki (kecuali yang udzur)
17ZIARAH KOTA MAKKAH Padang Arafah Jabal RahmahTempat wukuf pada saat ibadah Haji,Yaitu menghadirkan diri di padangArafah Untuk melakukan dzikir, do’adan istighfarJabal RahmahTugu peringatan untuk mengenang tempatBertemunya nenek moyang manusiaNabi Adam dan Siti Hawa.
18Mina Muzdalifah Mina dikenal sebagai tempatDilaksanakannya kegiatan lontarJumrah dalam ibadah hajiMuzdalifahHamparan Muzdalifah, tempat para jamaah mengumpulkanbatu-batuan. Yang kemudian melemparkan batu-batuantersebut ke 3 tiang jumrah di kota Mina
19Jabal Nur Jabal Tsur Terdapat Gua Hira dimana NabiMuhammad SAW menerima wahyuPertama kalinya dari Allah SWTJabal TsurTempat dimana Nabi Muhammad bersamaAbubakar Assyidiq berlindung bersamaDi gunung tersebut sewaktu hijrahKe Medinah
20Mengambil Miqot di Mekkah di Masjid Tan’im atau Masjid Ji’ronahmelaksanakanUmrah Kedua
21 Thawaf Wada’Thawaf penghabisan / perpisahansebelum meninggalkan Mekkah
22City Tour mengunjungi Laut MerahKembali ke JeddahCity Tour mengunjungi Laut MerahMesjid Terapung
23 Kembali ke Tanah AirInsya Allah jamaah tiba di Bandara Soekarno Hatta JakartaMudah – mudahan Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikanIbadah Umrah yang Mabrur. Amin